Categories
Penyakit

Pengobatan untuk Penyakit Difteri

Bahaya mematikan yang ditimbulkan oleh penyakit Difteri membuat diri seseorang harus segera menangani penyakit ini dengan secepat mungkin. Kita seringkali menimbulkan tanda-tanda berupa adanya gangguan pada pernafasan, sulit menelan, sakit tenggorokan, demam yang tidak terlalu tinggi, suara parau, maupun tanda yang lainnya. Apabila Anda mengalami tanda tersebut, maka jangan pernah menunda untuk segera mengkonsultasikannya kepada dokter.

baca: Pemicu Terjadinya Kanker Serviks

Apabila penderita mengalami penyakit Difteri, sangat dianjurkan untuk tidak mengabaikannya. Apabila bakteri ini menyebar di dalam tubuh, maka bisa menimbulkan hal yang fatal, seperti menimbulkan kematian. Ada beberapa langkah pengobatan yang bisa dilakukan dengan tujuan supaya penyakit Difteri dapat disembuhkan.

Langkah Pengobatan Penyakit Difteri

Apabila Anda mengalami kondisi seperti itu, maka segeralah melakukan pengecekan pada bagian pangkal tenggorokan. Caranya yaitu silahkan membuka mulut, kemudian amatilah apakah terdapat selaput putih berwarna keabu-abuan di dalamnya. Untuk selaput tersebut menjadi kumpulan sel-sel mati yang telah membentuk membran. 

Penyebabnya yaitu adanya bakteri corynebacterium diphtheriae yang mana bakteri tersebut menghasilkan racun sekaligus membunuh sel-sel sehat yang terdapat di dalam tenggorokan. Apabila terdapat selaput pada tenggorokan maka segera konsultasikan kepada dokter yang ada di Puskesmas maupun di rumah sakit terdekat. Dengan cara inilah maka Anda akan memperoleh deteksi yang jauh lebih akurat sekaligus penanganan yang lebih tepat. 

Selama proses pemeriksaan berlangsung, maka dokter akan memberikan pertanyaan untuk dapat dijadikan sebagai tinjauan riwayat penyakit dari pasien. Pertanyaan yang seringkali diajukan oleh dokter yaitu mengenai apakah Anda telah mendapatkan imunisasi Difteri atau pun belum. Jika belum maka dokter akan memberikan imunisasi. 

Ada juga pertanyaan lain yang akan diajukan, seperti mengenai kondisi lingkungan tempat tinggal, apakah di sekitar rumah ada tetangga maupun orang lain yang mempunyai gejala seperti penyakit Difteri. Melalui pertanyaan yang diajukan oleh dokter kepada pasien tersebut maka lebih memudahkan dokter dalam membuat laporan yang akan diberikan kepada Dinas Kesehatan. 

Apabila dokter merasa sudah yakin bahwa gejala yang dialami pasien tersebut adalah gejala penyakit Difteri, pihak dokter segera mengambil selaput putih keabu-abuan yang terdapat pada bagian saluran pernafasan. Untuk selaput yang terdapat pada tenggorokan tersebut akan diambil secara langsung dengan bantuan alat tanpa melakukan proses operasi. 

Apabila selaput tersebut sudah diambil, maka dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium. Jika dokter mencurigai adanya pasien tertular Difteri, pihak dokter segera melakukan pengobatan meskipun hasil dari laboratorium belum turun. Selama proses pengobatan, pasien diminta untuk tetap menjalani perawatan pada ruang isolasi. 

Terdapat dua pengobatan yang nantinya hendak diberikan dokter kepada pasiennya, yaitu berupa antitoksin dan antibiotik. Kedua pengobatan tersebut mempunyai fungsi supaya bakteri dapat dibunuh sehingga infeksi dapat tersembuhkan. Pada biasanya pengobatan tersebut dilakukan hingga 14 hari. Dengan begitu maka isolasi paling tidak dilakukan dua hingga tiga minggu lamanya. 

Tujuannya yaitu supaya pasien benar-benar bersih dari adanya bakteri Difteri. Selama berada di ruang isolasi pasien diharapkan untuk tidak pergi kemana-mana dan tidak bertemu dengan orang lain supaya penyebaran bakteri tidak menyebar kemana-mana. Difteri memang menjadi penyakit yang sangat membahayakan, karena dapat merenggut nyawa para penderitanya apabila tidak segera ditangani dengan baik. 

Sebab itu jika dirasa Anda mengalami gejala-gejala penyakit Difteri, jangan pernah menunda untuk datang ke dokter maupun ke rumah sakit supaya bisa mendapatkan penanganan yang tepat dan segera mungkin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *