Categories
Kesehatan Obat

Rekomendasi Multivitamin untuk Kolesterol yang Ampuh

Multivitamin untuk Kolesterol

Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Mulai dengan menjaga pola makan hingga mengonsumsi suplemen atau multivitamin untuk kolesterol. Nah, bagi Anda yang sedang mencari multivitamin ini, yuk langsung saja simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

1. Minyak ikan

Minyak ikan menjadi multivitamin paling terkenal untuk mengatasi kolesterol. Bagaimana tidak, kandungan omega 3 pada minyak ikan memang memiliki segudang manfaat yang sangat baik bagi tubuh, termasuk kolesterol.

Bahkan, sebuah penelitian juga mengatakan jika mengonsumsi minyak ikan sebanyak 250 mg sehari secara rutin. Maka hal ini bisa menurunkan risiko terjadinya kematian karena penyakit jantung.

2. Niacin

Niacin atau disebut juga dengan vitamin B3. Niacin memiliki peranan yang sangat bagus untuk menurunkan kolesterol dalam tubuh. Hanya saja, untuk Anda yang memiliki riwayat tukak lambung, liver dan asam urat tidak disarankan untuk mengonsumsi suplemen ini. Adapun anuran mengonsumsi suplemen ini adalah 2-3 gram dalam sehari.

3. Coenzym Q10

Coenzym juga merupakan multivitamin yang bisa Anda manfaatkan untuk menurunkan kolesterol lho. namun, multivitamin ini menimbulkan beberapa efek samping saat dikonsumsi. Misalnya saja seperti mual, muntah, diare hingga sakit kepala.

4. Protein kedelai

Anda juga bisa mencoba multivitamin untuk kolesterol lain berupa protein kedelai. Protein kedelai ini sanggat bagus untuk mengontrol jumlah kolesterol jahat dalam tubuh. Apalagi dengan kandungan saponin dan isoflavon serta lesitin di dalamnya menjadikan suplemen ini juga mampu meningkatkan kesehatan jantung.

5. Bawang putih

Tidak hanya dijadikan sebagai bumbu daur, tahukah anda jika bawang putih juga bermanfaat untuk menurunkan kolesterol. Beberapa penelitian sudah dilakukan untuk mengetahui kebenaran ini. Hanya saja, memang masih ada kontroversi. Namun, agar lebih jelas, Anda bisa mengonsultasikan hal ini pada dokter terlebih dahulu.

6. Beras merah fermentasi

Selain bawang putih, multivitamin untuk kolesterol berikutnya yang bisa Anda coba adalah beras merah fermentasi. Beras merah memiliki manfaat untuk menurunkan kolesterol karena rendah lemak. Selain itu, ia juga memiliki kandungan yang cara kerjanya mirip dengan sebuah obat kolesterol tipe statin.

7. Ekstrak teh hijau

Teh hijau biasanya digunakan sebagai suplemen untuk melangsingkan tubuh. Mengapa demikian? Pasalnya, teh hijau bisa menurunkan berat badan dengan cepat dan membakar lemak dalam tubuh. Sama halnya dengan kolesterol, kolesterol juga merupakan lemak jahat dalam tubuh. Inilah mengapa teh hijau berfungsi untuk menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh Anda.

8. Barley

Pernahkah Anda mendengar istilah barley? Atau jika belum, pernahkah Anda mendengar istilah jelai? Ya, ni adalah sebuah biji-bijian yang masuk dalam kategori gandum. Saat dijadikan sebagai suplemen, barley ini memiliki kemampuan yang baik dalam mengontrol gula darah sekaligus asam urat.  

9. Probiotik

Apa yang dimaksud dengan probiotik? Probiotik juga dikenal dengan bakteri baik yang diperlukan oleh tubuh. Bakteri atau mikroorganisme ini bisa didapatkan dari makanan, seperti kimchi dan juga yoghurt. Tahukah Anda jika probiotik ini memiliki manfaat untuk menurunkan kadar kolesterol.

Jika Anda memiliki kadar kolesterol tinggi dan ingin mencoba probiotik namun tidak suka yoghurt yang kimchi. Maka, Anda bisa mengonsumsi suplemen probiotik untuk membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Dengan mengonsumsi beberapa multivitamin untuk kolesterol di atas, kolesterol dalam tubuh Anda bisa lebih terkontrol. Dengan demikian, risiko penyakit berbahaya seperti jantung dan stroke bisa dihindari.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store

Categories
Penyakit

5 Gejala Cholelithiasis yang Harus Diwaspadai Sejak Awal

Gejala Cholelithiasis

Batu empedu merupakan batuan yang terbentuk karena timbunan lemak, kolesterol dan cairan buangan lainnya yang mengeras di dalam kantung empedu. Tanpa pengobatan batu empedu dapat menyebabkan komplikasi. Salah satunya adalah peradangan atau kanker kantong empedu. Jadi penting untuk mengetahui gejala cholelithiasis sebelum semakin parah.

1. Terdapat Batuan di Dalam Kantong Empedu

Gejala yang paling umum dari kondisi ini adalah adanya batu yang ditemukan dalam kantong empedu. Keberadaan batu di dalam kantung empedu bisa diperiksa dokter dengan ultrasonik atau CT Scan. Setidaknya ada 2 jenis batu yang dapat terbentuk dalam kantung empedu yakni batu kolesterol dan batu empedu pigmen.

Batu kolesterol merupakan batu yang disebabkan karena penumpukan kolesterol tinggi dalam kantong empedu. Batu kolesterol umumnya berwarna kekuningan ketika dikeluarkan. Jenis batu ini lebih sering ditemukan pada wanita dengan berat badan berlebihan.

Sedangkan batu empedu pigmen merupakan batu yang berwarna hitam atau kecokelatan. Batu ini terbentuk karena penumpukan pigmen dari kalsium murni bilirubin. Masalah kesehatan seperti kelainan darah atau kerusakan hati mampu menjadi penyebab hati memproduksi bilirubin terlalu banyak.

2. Nyeri Perut Pada Bagian Kanan Atas

Gejala cholelitistis selanjutnya yang umum dialami adalah nyeri pada perut bagian kanan atas. Gejala ini juga sering dikenal dengan kolik bilier. Semakin banyak dan semakin besar batu empedu yang terbentuk, maka semakin besar pula risiko saluran empedu tersumbat. Kondisi ini akan menyebabkan rasa nyeri pada perut bagian kanan atas.

Gejala ini bisa berlangsung selama 30 menit sampai 1 jam. Rasa nyeri juga bisa berlanjut hingga beberapa jam setelahnya dengan intensitas yang lebih ringan. Bahkan rasa nyeri pada area perut bagian kanan atas akibat batu empedu juga bisa terus berlanjut meski penderitanya sedang beristirahat.

3. Mual dan Muntah

Adanya batu juga bisa menyebabkan peradangan ringan pada empedu. Pada beberapa kasus peradangan kronis akibat batu empedu juga berisiko menimbulkan jaringan parut dan kaku. Kondisi ini bisa menyebabkan muntah  perut kembung setelah makan, perut terasa mual dan diare kronis.

4. Sakit Kuning

Anda juga bisa mengalami penyakit kuning apabila batu empedu sudah menghalangi aliran bilirubin. Batu empedu yang menumpuk akan menyebabkan bilirubin mengalir kembali ke dalam darah dan menumpuk di sana. Padahal sebenarnya bilirubin harusnya masuk ke dalam sistem pencernaan.

Kondisi ini akan menyebabkan bilirubin yang terbawa oleh darah mengalir ke seluruh tubuh dan menyebabkan bagian putih pada mata  kulit dan kuku menjadi berubah warna menjadi kuning. Bahkan gejala batu empedu yang disebabkan karena kelebihan bilirubin juga akan membuat warna urine berubah warna menjadi kuning keruh.

5. Badan Gatal-Gatal

Badan gatal-gatal juga merupakan salah satu gejala lain dari batu empedu. Kondisi ini disebabkan karena peradangan kronis di kandung empedu dan hati. Rasa gatal yang Anda rasakan ini disebabkan zat di dalam tubuh yang dikenal sebagai rangsangan pruritogen.

Sudah diketahui jika salah satu penyebab munculnya batu empedu adalah kelebihan zat bilirubin yang mengeras di dalam kantung empedu. Bilirubin sendiri merupakan zat pruritogen. Pruritogen sendiri merupakan zat alami dalam tubuh yang memicu rasa gatal. Saraf dalam otak akan merespons kinerja zat pruritogen dengan menghasilkan rasa gatal.

Itu dia beberapa gejala cholelithiasis yang harus diwaspadai sejak awal. Kemunculan dan keparahan batu ginjal sendiri bisa berbeda-beda. Ada beberapa orang yang merasakan gejala selama beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun. Namun ada juga yang tidak merasakan gejala sama sekali. Jadi ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antre. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store

Categories
Obat

Apa itu Fluocinolone Acetonide? Ini Dia Penjelasannya

Fluocinolone Acetonide

Pada saat Anda mengalami peradangan terutama yang terjadi pada bagian kulit, Anda bisa menggunakan obat yang mengandung fluocinolone acetonide.Pasalnya kandungan ini dapat mengobati berbagai kondisi kulit yang mengalami peradangan. Misalnya eksem, dermatitis, alergi, maupun ruam. Selain itu fluocinolone juga dapat mengurangi pembengkakan, gatal, dan kemerahan yang disebabkan dari kondisi-kondisi tersebut.

Kegunaan Fluocinolone Acetonide

Saat Anda mengalami eksim, ruam, dermatitis, alergi atau lainnya yang terjadi pada kulit, Anda bisa menggunakan obat yang mengandung bahan ini. Hal ini disebabkan kandungan yang termasuk golongan obat kortikosteroid kadar menengah ini dapat mengurangi pembengkakan, gatal, dan kemerahan yang terjadi akibat dari kondisi-kondisi tersebut.

Cara Penggunaan

Pada umumnya, penggunaan obat yang mengandung senyawa ini digunakan pada area luar, yaitu bagian kulit area luar. Sekalipun digunakan untuk kulit luar, penggunaan obat yang mengandung senyawa ini tidak dianjurkan pada wajah, pangkal paha, atau ketiak tanpa adanya saran dari dokter atau menggunakan resep dokter.

Apabila Anda ingin menggunakan obat kortikosteroid ini, ada baiknya Anda membersihkan tangan dan dioleskan secara tipis-tipis pada bagian kulit yang membutuhkan perawatan. Anda bisa menggunakan obat kortikosteroid ini dengan menggosok lembut hingga meresap sempurna sebanyak 3 sampai 4 kali sehari. Apabila sudah mengoleskan obat kortikosteroid ini, ada baiknya Anda mengangin-anginkan bagian kulit yang sedang dirawat. Dengan begitu, kulit yang mengalami luka tersebut dapat sembuh dengan cepat.

Penggunaan pada anak-anak yang berumur 1 tahun ke atas adalah 2 sampai 4 kali sehari dengan mengoleskan tipis ke bagian tubuh yang memerlukan perawatan. Sedangkan pada anak umur 2 tahun ke atas adalah 2 kali sehari selama tidak lebih dari 4 minggu.

Efek Samping

Fluocinolone acetonideyang termasuk dalam obat kortikosteroid ini apabila digunakan secara terus menerus dapat memicu timbulnya efek samping. Yaitu dapat menyebabkan  gatal kulit ringan, panas, mengupas, atau kekeringan hingga penipisan  atau pelunakan kulit Anda yang sedang diobati. Selain itu, pada bagian sekitar luka yang diobati tersebut, menyebabkan folikel rambut bengkak.

Pada pemakaian jangka waktu lama dapat menyebabkan perubahan warna kulit yang diobati, kulit menipis dan mudah memar. Tidak hanya itu, penglihatan Anda pun bisa kabur, mudah sakit kepala, perubahan mood, hingga menyebabkan wajah bengkak, berat badan meningkat, mudah lelah, dan lemahnya otot. Sekalipun tidak semua orang mengalami efek samping ini, namun beberapa bisa Anda rasakan. Jika mengalami hal ini, maka lebih baik segera konsultasikan dengan dokter.

Kondisi Medis Tertentu

Penggunaan obat kortikosteroid ini menjadi tidak efektif bahkan bisa membahyakan apabila Anda mengalami kondisi medis tertentu. Misalnya katarak, gangguan mata, radang mata, infeksi mata yang disebabkan oleh virus, jamur, atau bakteri, glaukoma, infeksi herpes pada mata. Oleh karena itu, ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan obat yang masuk kategori kortikosteroid ini.

Nah, itulah beberapa penjelasan mengenai fluocinolone acetonide yang bisa Anda pahami. Obat yang mengandun bahan ini termasuk obat keras. Apabila Anda hendak mendapatkan obat yang mengandung bahan ini harus menyertakan resep dokter. Dengan begitu, Anda tidak akan salah dalam penggunaannya terlebih lagi bagi Anda yang memiliki kondisi medis tertentu.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store. Anda juga bisa mengetahui info kesehatan terpercaya dengan mendaftarkan email anda di Ngovee.