Categories
Kesehatan Penyakit Tips

5 Makanan yang Dilarang Penderita Darah Tinggi, Wajib Dihindari

makanan yang dilarang penderita darah tinggi

Masalah hipertensi atau tekanan darah tinggi hingga saat ini masih menjadi momok menyakitkan bagi sebagian orang di dunia. Penyakit ini biasanya berkaitan dengan gaya hidup yang kurang sehat serta pola makan atau diet yang tidak terjaga. Bagi Anda pemilik riwayat hipertensi, berikut merupakan beberapa makanan yang dilarang penderita darah tinggi.

1. Garam

Sudah bukan menjadi rahasia lagi jika garam merupakan penjahat yang mampu merusak diet penderita tekanan darah tinggi. Sebuah penelitian menunjukkan jika orang yang memiliki tekanan darah tinggi sebaiknya membatasi asupan garam harian hanya berkisar 1.500 mg saja.

Hal ini disebabkan karena garam mampu meningkatkan tekanan darah pada tubuh seseorang. Jadi bagi Anda yang memiliki riwayat hipertensi ada baiknya kurangi konsumsi garam mulai sekarang.

2. Daging Olahan

Saat ini sudah ada banyak sekali makanan olahan dengan bahan dasar daging. Ternyata jenis makanan yang satu ini juga mengandung banyak garam yang mampu mengganggu program diet Anda. Pada umumnya daging semacam ini sering kali dibumbui dan diawetkan menggunakan kadar garam yang cukup tinggi.

Satu porsi daging olahan berukuran 2 ons biasanya mengandung sekitar 500 mg sodium atau bahkan lebih. Meskipun Anda hanya mengonsumsi seukuran telapak tangan daging olahan, namun kadar garam yang terkandung di dalamnya terbilang sangat tinggi dan tidak sesuai dengan kebutuhan harian.

3. Pizza

Sudah barang tentu jika semua jenis bisa seharusnya menjadi salah satu makanan pantangan darah tinggi yang wajib dihindari oleh penderita hipertensi. Selain beberapa makanan di atas, pizza juga merupakan makanan yang dilarang penderita darah tinggi.

Pasalnya dalam pizza terkandung banyak sekali asupan sodium. Mulai dari kombinasi daging yang diawetkan, keju, lapisan roti, saus tomat, dan berbagai bahan lainnya yang banyak mengandung natrium. Tak heran jika pizza beku sangat berbahaya dan termasuk ke dalam makanan pantangan dan berbahaya bagi penderita hipertensi.

Bahkan garam sering kali ditambahkan ke dalam pizza guna menambah cita rasanya. Pada umumnya satu porsi pizza keju mengandung lebih dari 700 mg sodium, bahkan kadang-kadang lebih. Semakin tebal ukuran pizza dan semakin banyak variasi toping-nya, maka kadar natrium yang terkandung di dalamnya juga semakin tinggi.

4. Makanan Kalengan

Metode pengemasan merupakan salah satu cara pengawetan makanan yang paling umum dilakukan. Bahan makanan yang diawetkan tentu membutuhkan garam. Garam sering kali digunakan sebagai pengawet karena mampu menghentikan pembusukan makanan dan membuatnya bisa bertahan lebih lama.

Namun sayangnya garam juga bisa membuat makanan kaleng menyerap sodium dalam kadar yang tinggi. Semakin lama makanan itu disimpan maka semakin banyak pula natrium yang diserap. Pada umumnya satu porsi acar bisa mengandung sebanyak 390 mg garam.

5. Soto atau Sup

Cepat, praktis dan nikmat. Inilah alasan mengapa soto atau sup menjadi makanan pilihan banyak orang Indonesia. Namun Tahukah Anda jika soto atau sup umumnya ditambahkan dengan sodium dan MSG.

Jika makanan ini dikonsumsi terlalu banyak, maka hal ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Terutama bagi penderita hipertensi. Bahkan ada beberapa jenis soto dan sup yang mengandung sodium hampir 900 mg setiap porsinya.

Itu dia beberapa makanan yang dilarang penderita darah tinggi. Bagi Anda yang memiliki riwayat hipertensi ada baiknya untuk mulai menghindari beberapa makanan di atas. Pasalnya beberapa jenis makanan di atas mampu memperburuk penyakit darah tinggi yang diderita. Selain itu jangan lupa rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan yang sehat dan sayur.

Ingin tahu tips dan trik seputar kesehatan lainnya? Simak selengkapnya hanya di Ngovee. Unduh aplikasi Jovee melalui Google Play Store maupun App Store untuk mendapatkan rekomendasi suplemen. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee.

Categories
Penyakit

Apa itu Gerd dan Bagaimana Cara Mengatasi Gerd

Cara Mengatasi Gerd

Anda sering mengalami mulut yang terasa lebih asam namun disertai dengan rasa perih di bagian kerongkongan? Jika iya, maka Anda sedang mengalami gejala gerd. Apa si gerd itu dan bagaimana cara mengatasi gerd? Nah, di bawah ini akan diulas informasi lengkap mengenai gerd dan cara mengatasinya.

Apa itu Gerd?

Gerd atau singkatan dari gastroesophageal refluxdisease atau disebut dengan nama asam lambung adalah sebuah kondisi dimana melemahnya katup perut atau sfinger di bagian kerongkongan bawah. Pada umumnya, katup ini hanya akan membuka pada saat makanan atau minuman masuk ke dalam lambung untuk dicerna.

Nah, setelah selesai masuk, katup ini akan kembali menutup dengan tujuan agar asam lambung tidak naik menuju ke kerongkongan. Namun, hal ini tidak terjadi pada penderita gerd. Pasalnya, katup pada penderita gerd melemah, sehingga ia tidak bisa menutupnya dengan sempurna.

Hal ini menyebabkan ini lambung yang sebelumnya terisi dengan makanan dan asam lambung akan naik menuju ke kerongkongan. Jika kondisi ini terjadi secara terus menerus, maka dapat menimbulkan terjadi iritasi ada lapisan kerongkongan dan bisa menyebabkan terjadinya peradangan.

Gejala Gerd

Gejala yang sering muncul pada saat asam lambung naik adalah munculnya rasa asam atau pahit di mulut disertai dengan sensasi terbakar di bagian kerongkongan. Gejala ini juga akan semakin parah pada saat Anda sedanf membungkuk atau berbaring setelah makan.

Tidak hanya kedua gejala di atas saja, naun ada juga gejala gerd lain yang harus Anda ketahui.

  • Keulitan dalam menelan dan merasa ada benjolan di tenggorokan
  • Suara serak
  • Mual dan muntah
  • Mengalami gangguan pernapasan seperti sesak napas dan batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Gangguan tidur
  • Isi lambung keluar tanpa disadari
  • Kerusakan gigi
  • Dan bau mulut

Perlu diketahui bahwa banyak orang yang sering menyalahartikan gejala gerd ini dengan gejala serangan jantung. Pasalnya, gejalanya ada yang sama yakni mengalami sensasi perih dan nyeri di bagian dada. Namun, gejala penyakit ini masih bisa dibedakan.

Jika serangan jantung, nyeri di ulu hati ini terasa lebuh berat dan menjalar sampai ke leher, rahang dan lengan. Sedangkan pada gerd tidak demikian.

Cara mengatasi gerd

Setelah mengetahui apa itu gerd dan gejalanya, Anda juga perlu tahu cara mengatasi gerd sebagai upaya penanganan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengonsumsi obat-obatan seperti antasida, protonpump inhibitors seperti omeprazole dan lansopraxole, atau H-2 receptor blokers seperti ranitidine, cimetidine dan juga famotidine.

Nah, untuk mengetahui jenis obat mana yang cocok untuk dikonsumsi. Ada baiknya jika Anda melakukan konsultasi kepada dokter agar lebih tepat. Tidak hanya mengonsumsi obat, Anda juga bisa melakukan perubahan pada gaya hidup agar gerd ini tidak kambuh kembali.

Bagaimana caranya? Caranya mudah seperti menurunkan berat badan jika obesitas, meninggikan kepala saat tidur, tidak merokok, tidak berbaring setelah makan, menghindari makanan pemicu asa lambung naik seperti alkohol dan soda, serta tidak menggunakan pakaian yang terlalu ketat.

Pada dasarnya, seseorang bisa mengalami asam lambung kapan saja, terutama setelah makan terlalu banyak. Adapun asam lambung dikategorikan sebagai penyakit ketika ia muncul dalam kurun waktu dua kali dalam seminggu.

Nah, agar tidak menjadi semakin parah, penting bagi Anda untuk mengetahui apa itu gerd, gejala dan cara mengatasi gerd. Dengan demikian, munculnya penyakit ini dapat di minimalisir.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store

Categories
Penyakit

5 Gejala Cholelithiasis yang Harus Diwaspadai Sejak Awal

Gejala Cholelithiasis

Batu empedu merupakan batuan yang terbentuk karena timbunan lemak, kolesterol dan cairan buangan lainnya yang mengeras di dalam kantung empedu. Tanpa pengobatan batu empedu dapat menyebabkan komplikasi. Salah satunya adalah peradangan atau kanker kantong empedu. Jadi penting untuk mengetahui gejala cholelithiasis sebelum semakin parah.

1. Terdapat Batuan di Dalam Kantong Empedu

Gejala yang paling umum dari kondisi ini adalah adanya batu yang ditemukan dalam kantong empedu. Keberadaan batu di dalam kantung empedu bisa diperiksa dokter dengan ultrasonik atau CT Scan. Setidaknya ada 2 jenis batu yang dapat terbentuk dalam kantung empedu yakni batu kolesterol dan batu empedu pigmen.

Batu kolesterol merupakan batu yang disebabkan karena penumpukan kolesterol tinggi dalam kantong empedu. Batu kolesterol umumnya berwarna kekuningan ketika dikeluarkan. Jenis batu ini lebih sering ditemukan pada wanita dengan berat badan berlebihan.

Sedangkan batu empedu pigmen merupakan batu yang berwarna hitam atau kecokelatan. Batu ini terbentuk karena penumpukan pigmen dari kalsium murni bilirubin. Masalah kesehatan seperti kelainan darah atau kerusakan hati mampu menjadi penyebab hati memproduksi bilirubin terlalu banyak.

2. Nyeri Perut Pada Bagian Kanan Atas

Gejala cholelitistis selanjutnya yang umum dialami adalah nyeri pada perut bagian kanan atas. Gejala ini juga sering dikenal dengan kolik bilier. Semakin banyak dan semakin besar batu empedu yang terbentuk, maka semakin besar pula risiko saluran empedu tersumbat. Kondisi ini akan menyebabkan rasa nyeri pada perut bagian kanan atas.

Gejala ini bisa berlangsung selama 30 menit sampai 1 jam. Rasa nyeri juga bisa berlanjut hingga beberapa jam setelahnya dengan intensitas yang lebih ringan. Bahkan rasa nyeri pada area perut bagian kanan atas akibat batu empedu juga bisa terus berlanjut meski penderitanya sedang beristirahat.

3. Mual dan Muntah

Adanya batu juga bisa menyebabkan peradangan ringan pada empedu. Pada beberapa kasus peradangan kronis akibat batu empedu juga berisiko menimbulkan jaringan parut dan kaku. Kondisi ini bisa menyebabkan muntah  perut kembung setelah makan, perut terasa mual dan diare kronis.

4. Sakit Kuning

Anda juga bisa mengalami penyakit kuning apabila batu empedu sudah menghalangi aliran bilirubin. Batu empedu yang menumpuk akan menyebabkan bilirubin mengalir kembali ke dalam darah dan menumpuk di sana. Padahal sebenarnya bilirubin harusnya masuk ke dalam sistem pencernaan.

Kondisi ini akan menyebabkan bilirubin yang terbawa oleh darah mengalir ke seluruh tubuh dan menyebabkan bagian putih pada mata  kulit dan kuku menjadi berubah warna menjadi kuning. Bahkan gejala batu empedu yang disebabkan karena kelebihan bilirubin juga akan membuat warna urine berubah warna menjadi kuning keruh.

5. Badan Gatal-Gatal

Badan gatal-gatal juga merupakan salah satu gejala lain dari batu empedu. Kondisi ini disebabkan karena peradangan kronis di kandung empedu dan hati. Rasa gatal yang Anda rasakan ini disebabkan zat di dalam tubuh yang dikenal sebagai rangsangan pruritogen.

Sudah diketahui jika salah satu penyebab munculnya batu empedu adalah kelebihan zat bilirubin yang mengeras di dalam kantung empedu. Bilirubin sendiri merupakan zat pruritogen. Pruritogen sendiri merupakan zat alami dalam tubuh yang memicu rasa gatal. Saraf dalam otak akan merespons kinerja zat pruritogen dengan menghasilkan rasa gatal.

Itu dia beberapa gejala cholelithiasis yang harus diwaspadai sejak awal. Kemunculan dan keparahan batu ginjal sendiri bisa berbeda-beda. Ada beberapa orang yang merasakan gejala selama beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun. Namun ada juga yang tidak merasakan gejala sama sekali. Jadi ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antre. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store

Categories
Penyakit Tips

Penyebab Paru-Paru Basah serta Cara Tepat Menanganinya

Penyebab Paru-Paru Basah

Penyakit paru-paru basah bisa dibilang sebagai penyakit yang tak asing lagi di telinga masyarakat luas. Penyakit ini ditandai dengan kondisi di mana terjadinya peradangan di salah satu bahkan kedua paru-paru, yang kemudian memicu penimbunan cairan di organ pernapasan tersebut. Lalu, apa sebenarnya penyebab paru-paru basah ini? Simak ulasannya di bawah ini.

Penyebab Paru-Paru Basah

1. Infeksi Bakteri

Paru-paru basah atau dikenal juga dengan istilah pneumonia bisa disebabkan oleh infeksi bakteri. Tipe bakteri yang paling umum dikenal sebagai penyebab paru-paru basah adalah pneumokokus pneumonia. Pneumokokus pneumonia ini sendiri terbentuk akibat adanya bakteri streptokokus pneumonia yang normalnya hidup di bagian atas saluran pernapasan.

Infeksi bakteri yang menyebabkan paru-paru basah bisa terjadi setelah seseorang terserang demam atau flu. Umumnya, infeksi bakteri pada paru-paru ini akan menyerang satu bagian atau satu lobus saja yang ada di paru-paru, sehingga dinamakan sebagai pneumonia lobar. Paru-paru basah yang diakibatkan oleh infeksi bakteri ini paling rentan menyerang orang dengan gangguan pernapasan.

2. Infeksi Virus

Selain disebabkan oleh infeksi bakteri, paru-paru basah juga bisa dipicu oleh infeksi virus. Virus influenza akan menginfeksi saluran pernapasan atas, sehingga terjadilah paru-paru basah yang umum di kalangan orang dewasa. Kebanyakan kasus paru-paru basah yang disebabkan oleh infeksi virus tak begitu parah kondisinya dan juga lebih cepat sembuh dibandingkan dengan infeksi bakteri.

Meski umumnya dikenal sebagai kondisi yang tak terlalu parah, paru-paru basah yang disebabkan oleh infeksi virus kadang bisa berakhir sangat fatal. Pasalnya, virus akan menginfeksi seluruh bagian paru-paru, lalu menduplikasikan dirinya sebanyak mungkin, namun secara fisik tak terlihat jaringan paru-paru yang terinfeksi dan dipenuhi cairan.

3. Infeksi Jamur

Penyebab paru-paru basah selanjutnya adalah karena infeksi jamur. Paru-paru basah akibat infeksi jamur ini umum terjadi pada orang yang mengalami gangguan kesehatan kronis dan daya tahan tubuh yang lemah. Jamur yang memicu terjadinya paru-paru basah ini disebut dengan istilah Pneumocystis jirovecii.  

Cara Tepat Menangani Penyakit Paru-Paru Basah

Penanganan dalam bentuk obat yang diberikan pada pasien pengidap paru-paru basah akan didasarkan pada 3 hal. 3 hal tersebut meliputi organisme penyebabnya, ketahanan organisme atas antibiotik tertentu, serta kondisi kesehatan pasien itu sendiri. Umumnya, bagi pengidap paru-paru basah yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan jamur, obat yang diberikan berupa antibiotik. 

Bagi pengidap paru-paru basah yang disebabkan oleh infeksi virus, tak akan efektif penanganannya dengan antibiotik. Dokter umumnya akan meresepkan obat antivirus, yang terutama sekali akan optimal efeknya jika digunakan di awal terjadinya infeksi virus pada paru-paru.

Cegah Paru-Paru Basah Sebelum Terjadi

Dibandingkan dengan mengobati, tentu akan lebih baik jika Anda melakukan pencegahan atas infeksi yang menyebabkan paru-paru basah. Langkah pencegahan pertama adalah dengan melakukan vaksinasi, baik untuk dewasa maupun anak-anak. Kedua, biasakan diri untuk menjalankan gaya hidup sehat dan higienis.

Ketiga, jangan merokok atau hentikan kebiasaan merokok mulai dari sekarang. Merokok dapat menyebabkan sistem pertahanan alami paru-paru atas terjadinya infeksi menjadi rusak. Terakhir, jaga selalu daya tahan tubuh agar tidak drop. Tidurlah yang cukup, berolahraga rutin, serta konsumsi makanan dan minuman yang bergizi.

Itulah tadi penjelasan mengenai penyebab paru-paru basah, beserta dengan cara penanganan dan pencegahannya. Usahakan untuk memvaksinasi diri sedini mungkin, agar bisa terlindungi dari infeksi bakteri, jamur, serta virus yang menyebabkan paru-paru basah. Ingat selalu untuk membudayakan gaya hidup sehat, agar tubuh selalu sehat dan terhindar dari risiko infeksi.

Kami dapat membantu anda memenuhi kebutuhan dan beli obat untuk penyakit kronis. Unduh aplikasi Lifepack melalui Google Play Store maupun App Store sekarang.

Categories
Penyakit

5 Penyebab Perut Sebelah Kiri Sakit yang Harus Diwaspadai

Perut Sebelah Kiri Sakit

Perut sebelah kiri terdapat berbagai macam organ. Apabila Anda mengalami kesakitan pada perut sebelah kiri, Anda harus waspada. Jika Anda mengalami perut sebelah kiri sakit, Anda harus mengetahui tepatnya Anda merasa sakit pada bagian sebelah mana. Hal ini dikarenakan perut sebelah kiri dibedakan menjadi perut kiri bagian atas maupun perut kiri bagian bawah. Simak informasi berikut ini mengenai penyebab perut kiri sakit.

1. Penyakit Ginjal

Apabila Anda sering merasakan perut sakit, Anda harus waspada bila itu adalah penyakit ginjal. Penyakit ginjal itu bisa berupa infeksi ginjal maupun batu ginjal. Adapun infeksi ginjal dapat diketahui dari berbagai macam gejala. Misalnya ada darah atau nanah dalam urine, bau urine yang tidak seperti biasanya, sakit pinggang atau nyeri punggung bawah, demam, menggigil, lemas, tidak nafsu makan, mual dan muntah yang disertai dengan diare.

Selain infeksi ginjal, perut kiri sakit juga bisa mengindikasi adanya batu ginjal. Penyakit batu ginjal biasanya ditandai dengan beberapa gejala seperti sering buang air kecil, mengalami nyeri atau sakit pada saat membuang air kecil, sensasi panas saat kencing, jumlah urine yang keluar sedikit, bahkan urine tidak keluar sama sekali saat Anda kencing. Apabila Anda mengalami gejala semua ini, segera konsultasikan dengan dokter terkait kondisi tubuh Anda.

2. Gastritis 

Gastritis merupakan nama lain dari penyakit radang yang menyerang dinding lambung. Hal ini dikarenakan lendir atau mukus yang melapisi lapisan lambung mengalami iritasi, peradangan, atau pengikisan hingga menimbulkan rasa sakit pada lapisan lambung. Kondisi seperti ini umumnya disebabkan oleh berbagai macam faktor.

Jika disebabkan oleh infeksi bakteri, maka bakteri yang berpengaruh biasanya adalah Helicobacter Pylori, yaitu bakteri yang menghasilkan lendir di lapisan lambung. Selain itu bisa disebabkan pertambahan usia, terlalu sering mengonsumsi alkohol, terlalu sering mengonsumsi obat pereda nyeri bahkan autoimun.

Adapun gejalanya adalah nyeri yang terasa panas dan perih di perut bagian ulu hati. Selain itu Anda juga bisa merasakan perut kembung, sering mengalami cegukan, mual muntah, hilang nafsu makan, cepat merasa kenyang saat makan, buang air besar dengan tinja berwarna hitam bahkan bisa muntah darah.

3. Ovulasi

Salah satu penyebab perut sebelah kiri sakit yang lainnya adalah terjadinya ovulasi. Kondisi yang sering dialami oleh wanita ini menimbulkan gejala rasa sakit atau kram pada bagian tersebut. Kondisi yang juga disebut sebagai masa subur ini kerap kali juga menimbulkan gejala lain seperti rasa mual, pegal-peegal, hingga keputihan.

4. Radang Usus Besar

Perut sakit juga bisa disebabkan adanya penyakit radang usus besar. Penyakit ini bisa disebabkan adanya luka atau iritasi pada saluran pencernaan hingga menyebabkan radang. Adapun gejala umum yang dapat timbul nyeri perut atau kram perut, perut terasa kembung, diare, selera makan berkurang, kelelahan, berat badan yang menurun, hingga feses yang keluar berdarah atau berlendir.

Biasanya rasa sakit atau nyeri ini perlahan akan menghilang. Namun, apabila Anda mengalami gejala lain yang tidak hilang dalam beberapa hari, ada baiknya Anda konsultasi dengan dokter.

5. Radang Pankreas

Penyebab lain perut sering terasa sakit bisa menandakan Anda mengalami radang pankreas. Radang pankreas merupakan radang yang terjadi pada organ pankreas. Biasanya peradangan ini terjadi secara tiba-tiba.

Pada umumnya penyakit ini dapat menimbulkan rasa sakit ketika berbaring, makan, dan minum. Adapun gejala lainnya adalah diare, demam, perut sakit saat disentuh, hingga mual dan muntah bahkan jantung berdetak lebih cepat dari keadaan normal.

Demikianlah beberapa informasi mengenai penyebab perut sebelah kiri sakit yang harus Anda waspadai. Anda bisa melakukan pemeriksaan dini terhadap tubuh dengan melihat gejala-gejala yang ditimbulkan. Apabila gejala-gejala tersebut mengarah pada suatu penyakit tertentu segera konsultasikan dengan dokter.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store

Categories
Penyakit

Apa Penyebab Penyakit Bronkitis? Ini Dia Penjelasannya

Apa Penyebab Penyakit Bronkitis

Jika Anda sering mengalami batuk yang disertai dengan lendir, serta sudah berlangsung lebih dari dua minggu. Sebaiknya Anda perlu waspada dan melakukan pemeriksaan ke dokter. Sebab, ada kemungkinan Anda mengalami penyakit bronkitis. Agar kondisi tersebut tidak semakin parah, sebaiknya kenali apa penyebab penyakit bronkitis dan bagaimana upaya untuk mencegahnya.

Pengertian Bronkitis

Bronkitis adalah infeksi yang mempengaruhi saluran udara utama paru-paru, atau yang disebut bronkus. Akibatnya akan terjadi inflamasi atau peradangan pada paru-paru yang akan menimbulkan gangguan pernapasan. Penderita bronkitis biasanya mengalami batuk lendir yang sangat mengganggu.

Penyakit bronkitis sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu: Bronkitis akut dan bronkitis kronis. Bronkitis akut merupakan kondisi bronkitis yang cukup umum. Biasanya, jenis bronkitis ini berlangsung selama beberapa minggu (dua atau tiga minggu) dan kemudian hilang. Pasien yang paling sering terserang penyakit ini adalah anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Sedangkan, bronkitis kronis merupakan kondisi bronkitis yang lebih serius yang terjadi terus menerus atau berulang kali. Jenis bronkitis ini disebabkan oleh infeksi bronkial dan berlangsung setidaknya selama dua hingga tiga bulan dalam satu tahun dan dapat kambuh di tahun berikutnya. Bronkitis kronis umumnya sering dialami oleh orang dewasa diatas usia 40 tahun.

Gejala dari Bronkitis

Batuk adalah gejala umum dan paling mudah ditemukan pada penyakit ini. Batuk yang Anda alami bisa berupa batuk berdahak atau batuk kering. Dahak yang dikeluarkan pada penderita batuk berdahak umumnya bisa berwarna putih, hijau, atau kuning keabu-abuan. Selain itu, menderita penyakit ini juga bisa disertai gejala lain yaitu:

  • Demam
  • Sesak napas
  • Lemas
  • Sakit kepala
  • Hidung tersumbat
  • Sakit tenggorokan
  • Badan pegal dan nyeri

Selain batuk, gejala ini bisa mereda dalam waktu seminggu. Saat batuk, bisa berlangsung dari beberapa minggu hingga beberapa bulan. Oleh karena itu, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika gejala batuk terus berlangsung selama lebih dari 3 minggu. Pasalnya, gejala awal penyakit ini hampir mirip flu dan sulit dibedakan.

Penyebab Bronkitis

Setelah mengetahui gejalanya, lalu apa penyebab penyakit bronkitis? Bronkitis akut biasanya disebabkan oleh virus yang menyebabkan pilek dan flu. Infeksi paru-paru pada kebanyakan kasus bronkitis akut disebabkan oleh virus. Iritasi dan peradangan yang disebabkan oleh infeksi menyebabkan bronkus menghasilkan lebih banyak lendir.

Sedangkan bronkitis kronis biasanya disebabkan oleh kebiasaan merokok, baik pasif maupun aktif. Selain itu, udara yang terkontaminasi, debu, bahan kimia, atau gas beracun di lingkungan sekitar juga dapat berkontribusi pada timbulnya penyakit ini.

Ada zat dalam setiap hisapan rokok yang berpotensi merusak bulu-bulu halus di paru-paru yang disebut bulu siliaris. Seiring waktu, kandungan dalam rokok ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada bulu siliaris dan lapisan dinding bronkus.

Cara Mencegah Penyakit Bronkitis

Untuk mengurangi risiko terkena penyakit ini, Anda bisa melakukan hal berikut: Jangan merokok dan menjauhlah dari perokok pasif. Mendapatkan vaksinasi flu. Menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan. Serta mengenakan masker di lingkungan udara yang buruk.

Selain hal di atas, perlu diketahui bahwa ada beberapa faktor dengan resiko yang mungkin lebih rentan terhadap penyakit ini. Beberapa faktor tersebut diantaranya: Wanita yang merokok lebih berisiko dibandingkan pria, penderita asma, sistem kekebalan yang lemah, serta orang yang memiliki riwayat penyakit paru-paru.

Seperti itulah apa penyebab penyakit bronkitis dan bagaimana cara mencegahnya. Selain dengan menerapkan upaya tersebut. Anda juga bisa memulai untuk melakukan gaya hidup sehat agar terhindar dari penyakit bronkitis.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Categories
Penyakit

7 Pernyataan Tentang Penyakit Emfisema yang Perlu Diketahui

Penyakit Emfisema

Emfisema merupakan penyakit kronis yang disebabkan karena kerusakan kantong udara pada paru-paru. Seiring berjalannya waktu kerusakan kantong udara yang semakin parah akan membentuk kantong besar dan beberapa kantong kecil yang pecah. Kondisi ini menyebabkan kadar oksigen yang mencapai aliran darah menjadi berkurang. Nah ini  beberapa hal penting yang perlu diketahui seputar penyakit emfisema.

1. Apakah Sesak Napas Bisa Didiagnosis Sebagai Emfisema?

Sebenarnya sesak nafas bukan hanya merupakan salah satu gejala emfisema saja. Dibutuhkan beberapa pemeriksaan khusus untuk mengetahui Apakah sesak nafas tersebut merupakan gejala emfisema atau tidak. Penyebab penyakit emfisema sendiri adalah kebiasaan merokok, polusi udara, usia tua, alfa 1 antitripsin defisiensi, dan faktor keturunan.

2. Apakah Semua Orang Berisiko Terkena Emfisema?

Pada dasarnya orang yang memiliki risiko terkena gangguan emfisema adalah mereka yang memiliki riwayat asma, perokok pasif maupun aktif, orang dewasa yang sudah berusia 40 hingga 60 tahun, dan orang yang sering terpapar polusi udara dalam ruangan. Jadi jika Anda mengalami beberapa gejala emfisema, jangan lupa untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

3. Apa Perbedaan COPD dan Emfisema?

Emfisema merupakan kondisi yang umumnya terkait dengan COPD, namun bukan merupakan penyakit itu sendiri. Gejala emfisema yang sering dialami antara lain seperti ketidakmampuan menghembuskan nafas dengan cepat dan sesak nafas. Penderitanya juga mengalami penurunan berat badan yang drastis mudah lelah jantung berdebar dan bibir maupun kuku menjadi biru.

4. Seperti Apa Tempat Tinggal yang Cocok Bagi Penderita Emfisema?

Tempat tinggal yang cocok bagi penderita emfisema adalah tempat tinggal dengan tingkat kebersihan udara yang baik. Selain itu, penderita emfisema juga tidak disarankan tinggal di daerah yang memiliki tingkat kelembaban tinggi, udara dingin, angin kencang dan suhu ekstrem. Pasalnya tempat tinggal semacam ini hanya akan memperburuk kondisi emfisema yang diderita.

5. Selain Sesak Nafas, Apa Saja Gejala Emfisema?

Tak hanya mengalami sesak nafas saja, penderita emfisema umumnya juga kesulitan bernafas atau bernafas pendek-pendek. Selain itu penderita emfisema juga mengalami batuk kering tanpa lendir, lemas atau lesu, hingga kehilangan berat badan secara drastis. Penting bagi Anda untuk mengetahui gejalanya agar bisa mendapat penanganan yang cepat dan tepat.

6. Apakah Pelatihan dan Olahraga Membantu Perawatan Emfisema? 

Meskipun rutin berolahraga baik untuk meningkatkan kinerja kardiovaskuler, namun penting juga bagi Anda untuk berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu mengenai program rehabilitasi paru-paru apa yang harus Anda lakukan. Nantinya dokter bisa menentukan pelatihan atau Olahraga apa yang tepat untuk Anda. Meski demikian perlu diingat jangan melakukannya secara berlebihan ya.

7. Pentingkah Penderita Emfisema Mengonsumsi Suplemen Kekebalan Tubuh?

Mengingat tingginya risiko infeksi yang disebabkan karena penumpukan cairan di dalam paru-paru, menjaga sistem kekebalan tubuh yang sehat merupakan kunci utama yang harus diperhatikan menuju ke hidup sehat. Penting juga bagi Anda untuk mendapatkan vitamin dan nutrisi yang tepat melalui makanan sebelum mengandalkan suplemen kekebalan tubuh tambahan.

Agar tetap bisa mendapatkan informasi seputar nutrisi yang tepat, penting bagi Anda untuk berdiskusi dengan dokter terlebih dahulu. Proses diskusi atau tanya jawab sekarang juga lebih mudah dilakukan melalui Lifepack. Bahkan Anda juga bisa membeli obat dengan lebih mudah tanpa harus mengantre.

Nah itu dia beberapa pernyataan penting yang perlu Anda ketahui seputar penyakit emfisema. Jika memiliki pertanyaan lain jangan sungkan untuk bertanya kepada dokter spesialis. Bahkan kini Anda juga bisa mendapatkan obat emfisema dengan lebih praktis dan mudah tanpa perlu keluar rumah melalui aplikasi Lifepack.

Download aplikasi Lifepack di Playstore dan Appstore, apotek online untuk tebus resep obat. Solusi berobat bebas antre.

Categories
Penyakit

Apa Sebenarnya Penyebab Tipes? Ini Penjelasan Lengkapnya

Penyebab Tipes

Keberadaan penyakit saat ini semakin marak terjadi terutama di lingkungan kumuh yang kebersihannya kurang.. Salah satu penyakit akibat infeksi bakteri yang banyak ditemui adalah tipes. Lalu apa sih sebenarnya penyebab tipes itu?

Mengenal Apa Itu Tipes

Tipes atau kerap dikenal dengan nama typhus adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau kuman riketsia. Penyakit ini bisa ditularkan oleh tungau atau kutu ketika mereka menggigit dan memasukkan mulutnya ke bawah bagian kulit. Hewan dari golongan arthropoda yang membawa bakteri penyebab tipes bisa membuat Anda terjangkit penyakit ini.

Ada tiga tipe dari tipes itu sendiri yakni epidemic, endemic, dan juga scrub tipes. Tipe tipes yang dialami bergantung pada apa yang menggigit Anda misal saja kutu maka nantinya tergolong tipe epidemic. Hal ini karena carrier dari tipes sendiri bisa berbeda-beda bergantung pada jenis artropodanya.

Gejala penyakit tipes seringkali muncul dalam kurun waktu 1-3 minggu setelah terjadi infeksi pertama. Beberapa gejala yang ditimbulkan berupa suhu tubuh yang tinggi, sakit kepala, tidak nafsu makan hingga bercak kemerahan pada kulit. Pada tahap serius, tipes bahkan bisa menyebabkan komplikasi serius seperti misalnya pendarahan di bagian usus.

Wabah Tipes di Dunia

Umumnya, tipes hanya menyebar di negara-negara berkembang saja seperti Indonesia, India, dan Afrika. Hal ini karena biasanya negara berkembang memiliki kualitas sanitasi yang masih tergolong buruk. Negara maju seperti Amerika Serikat mungkin menularkan tipes ketika sedang traveling tetapi memang presentasenya sangat rendah.

Penyakit tipes sebenarnya tidak begitu berbahaya jika tidak terjadi komplikasi dengan penyakit lain yang bisa muncul. Tapi jangan pernah meremehkan tipes karena keterlambatan pengobatan bisa menyebabkan resiko sangat fatal. Sangat penting untuk segera menemui tenaga kesehatan ketika mengalami gejala-gejala yang mencerminkan penyakit tipes.

Bakteri Penyebab Tipes

Penyakit tipes sendiri tergolong ke dalam penyakit yang tidak bisa ditularkan melalui manusia ke manusia lainnya melalui flu ataupun bersin. Tiga tipe tipes yang sudah diberikan tadi memang memiliki bakteri penyebab yang berbeda-beda dan ditransmisikan melalui arthropoda yang berbeda pula. Ini dia penjelasan lengkapnya:

1. Tipes Epidemic

Tipe tipes yang pertama ini disebabkan oleh bakteri Rickettsia prowazekii yang biasa dibawa oleh kutu tubuh ataupun kutu biasa. Penyebab tipes ini bisa ditemukan hampir di seluruh Indonesia terutama di tempat-tempat yang memiliki sanitasi dan kebersihan yang buruk. Jadi sangat penting untuk mengatur sanitasi yang baik serta menjaga kebersihan lingkungan ya!

2. Tipes Endemik

Penyakit tipes endemic biasa juga diketahui dengan nama tipes murine. Penyebab utama penyakit tipe ini disebabkan oleh bakteri yang sama, Rickettsia prowazekii tetapi dibawa oleh tikus atau kucing. Hampir seluruh dunia mengalami penyakit tipes endemic ini terutama di tempat yang manusianya mengalami kontak dengan tikus.

3. Tipes Scrub

Jenis tipes yang terakhir ini disebabkan oleh bakteri berbeda, yakni Orientia tsutsugamushi dan biasa dibawa oleh larva tungau. Jenis tipe ini sangat mudah ditemui di kawasan Asia Pasifik termasuk di dalamnya Indonesia sendiri. Kutu bisa menyebarkan penyakit ini dengan cara berbeda yakni melalui kotorannya serta gigitannya bahkan melalui luka kecil di badan.

Penyakit dan penyebab tipes sendiri sangat mudah ditemui dan memang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Menjaga kebersihan dan tetap memperhatikan hewan yang berpotensi bisa menjadi penting untuk dilakukan. Pastikan sistem sanitasi juga diperbaiki karena bakteri bisa bertahan melalui penyebaran urin orang yang menderitanya.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Categories
Penyakit

Hindari 7 Penyebab Sesak Napas agar Tidak Kambuh

Penyebab Sesak Napas

Sesak napas selalu diidentikkan dengan penyakit asma. Nyatanya hal tersebut tidak selalu benar. Permasalahan yang mengganggu pernapasan tersebut bisa disebabkan oleh banyak faktor. Oleh karena itu, tidak jarang orang yang tidak mempunyai riwayat asma bisa mengalami sesak napas. Lantas faktor apa saja yang bisa menjadi penyebab sesak napas?

1. Asma

Asma merupakan salah satu penyebab masalah sesak napas. Asma biasanya terjadi bila seseorang memiliki riwayat alergi (atopi). sesak napas pada penderita asma bervariasi, ada yang ringan sampai berat. Biasanya sesak napas yang terjadi pasti disebabkan oleh hal-hal seperti terpapar asap, debu, perubahan suhu, atau infeksi saluran pernapasan.

2. Keracunan Karbon Monoksida

Penyebab lain dari sesak napas adalah menghirup terlalu banyak karbon monoksida. Zat ini tidak berbau, tidak berwarna, tidak mengiritasi kulit dan mata, tetapi sangat berbahaya jika terlalu banyak mengendap di dalam tubuh. Gas ini sangat beracun dan mudah terbakar. Gas ini biasanya berasal dari hasil pembakaran minyak mentah, bensin, bahan bakar padat atau kayu.

Saat terhirup, karbon monoksida dapat mengikat hemoglobin dalam darah 200 kali lebih kuat dari oksigen. Gas karbon monoksida juga akan mengalir bersama darah ke seluruh tubuh, menyebabkan kerusakan sel dan jaringan karena kekurangan oksigen. Akibatnya, Anda akan mengalami berbagai gejala seperti sesak napas, nyeri dada, mual, muntah, dan juga pusing.

3. Hipotensi

Hipotensi adalah kondisi dimana tekanan darah di arteri sangat rendah sehingga darah tidak dapat mensuplai oksigen dan nutrisi yang cukup ke organ-organ tubuh. Aliran darah yang tersumbat mencegah oksigen beredar ke seluruh tubuh.

Hal ini umumnya akan menyebabkan gejala sesak napas. Hipotensi biasanya didiagnosis ketika tekanan darah mencapai 90/60 atau kurang. Kondisi ini diikuti oleh beberapa gejala yaitu pusing, dehidrasi, sulit berkonsentrasi, kulit dingin dan lembap, napas pendek atau cepat, kelelahan, rasa sangat haus. penglihatan kabur, mual, bahkan bisa membuat Anda pingsan (kehilangan kesadaran).

4. Alergi

Bentuk alergi tidak hanya menunjukkan ruam merah atau gatal pada kulit seluruh tubuh. Pada beberapa orang, alergi bisa ditandai dengan gejala sesak napas. Sesak napas yang dialami oleh penderita alergi juga bisa menyebabkan keadaan syok yang bisa mengancam jiwa.

Kondisi ini biasanya disertai dengan keringat dingin, kesadaran menurun, dan tekanan darah rendah. Jadi bagi Anda yang memiliki riwayat alergi sebaiknya berhati-hati jika Anda mengalami sesak napas.

5. Obesitas

Tanpa disadari, berat badan berlebih merupakan salah satu penyebab sesak napas. Obesitas menyebabkan penumpukan lemak di seluruh tubuh, terutama di dinding dada, perut, dan saluran pernapasan bagian atas, yang bisa menyebabkan peradangan. Akibatnya, orang yang kelebihan berat badan akan mudah mengalami sesak napas akibat penurunan fungsi paru-paru.

6. Kecemasan

Cemas akan sesuatu bisa membuat Anda mengalami sesak napas. Saat Anda mengalami panik atau cemas, Anda mungkin memperhatikan pola pernapasan yang cepat dan pendek. Akibatnya, kadar karbondioksida dalam darah meningkat dan menyebabkan sesak napas serta rasa tidak nyaman pada dada, sensasi kesemutan, nyeri dada dan mulut kering.

7. Anemia

Anemia terjadi karena penurunan jumlah sel darah merah yang beredar di dalam tubuh. Biasanya anemia disebabkan oleh kondisi lain yang mengganggu kemampuan tubuh untuk memproduksi sel darah merah yang sehat atau meningkatkan kerusakan dan hilangnya sel darah merah. Anemia dapat menyebabkan sesak napas, kulit pucat, detak jantung cepat, sakit kepala, dan nyeri dada.

Dengan mengetahui beberapa penyebab sesak napas diatas, akan mempermudah Anda untuk mencegah resiko kondisi tersebut. Walaupun sesak napas itu kondisi yang umum, namun apabila tidak segera ditangani juga akan berakibat fatal untuk tubuh Anda. Sebab, tubuh Anda akan kekurangan oksigen, yang penting untuk seluruh aktivitas sel dalam tubuh.

Jangan sampai ketinggalan tren dan informasi terbaru. Simak selengkapnya hanya di Ngovee. Unduh aplikasi Jovee melalui Google Play Store maupun App Store untuk mendapatkan rekomendasi vitamin sekarang. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee

Categories
Penyakit

Selian Nyeri, Ini 8 Ciri-Ciri Jantung Mengalami Masalah

ciri-ciri jantung

Penyakit jantung merupakan kondisi yang menunjukkan jika terjadi gangguan pada organ vital jantung. Masalah kesehatan yang satu ini umumnya juga menunjukkan ciri-ciri jantung yang tidak khas. Namun ada juga beberapa yang tidak menunjukkan gejala penyakit jantung yang jelas. Selain rasa nyeri, ini dia 8 tanda lain jika jantung Anda mengalami masalah. 

Rasa Tidak Nyaman Pada Area Dada

Kondisi ini menunjukkan jika ada sumbatan pada bagian arteri jantung. Rasa tidak nyaman yang bisa terjadi antara lain seperti sesak, nyeri, tekanan pada bagian dada hingga seperti terbakar. Gejalanya bisa timbul dalam selang waktu beberapa menit. Namun umumnya terjadi ketika Anda sedang beristirahat atau melakukan aktivitas fisik yang berat. 

Rasa Mual, Mulas dan Sakit Perut

Pada umumnya sebagian besar wanita sering mual, mulas dan sakit perut saat mengalami gangguan jantung. Meski demikian tidak semua rasa mual mulas dan sakit pada area perut merupakan ciri-ciri jantung mengalami masalah. Meski demikian Anda juga harus waspada sebab gangguan kesehatan ini juga merupakan indikasi jika jantung Anda bermasalah. 

Pusing atau Bahkan Pingsan

Sebenarnya ada banyak hal yang menjadi pemicu tubuh kehilangan keseimbangan atau pingsan. Salah satunya karena tubuh kurang asupan atau berdiri terlalu lama. Jadi pastikan untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika Anda merasa tubuh tiba-tiba tidak stabil yang disertai dengan rasa tidak nyaman pada bagian dada. 

Nyeri yang Menyebar Sampai ke Lengan

Tanda-tanda jika jantung Anda mengalami masalah selanjutnya adalah rasa nyeri yang menyebar sampai ke lengan. Mulai dari dada yang menjalar ke sisi tubuh bagian kiri. Penderitanya juga sering mengalami sakit dada di sebelah kiri dan rasa nyerinya menjalar ke bagian lengan kiri hingga penderitanya merasakan sakit lengan. 

Mudah Merasa Lelah

Bila Anda mudah merasa lelah padahal tidak berolahraga, melakukan pekerjaan berat, ataupun beraktivitas fisik pastikan untuk segera berkonsultasi ke dokter. Sebab beberapa penderita penyakit jantung umumnya sering merasa lelah tanpa sebab yang jelas. Bahkan terkadang terasa lelah tumbuh selama berhari-hari.  Gejala ini umumnya dialami oleh wanita. 

Sakit Pada Area Tenggorokan atau Rahang

Kebanyakan orang mengira jika sakit pada area tenggorokan dan rahang tidak ada kaitannya dengan jantung. Biasanya mereka menduga jika Hal ini disebabkan karena masalah otot kaku, pilek atau sinus. Namun jika Anda merasakan nyeri pada bagian dada yang kemudian menyebar ke tenggorokan atau rahang, kondisi ini bisa menjadi pertanda jika jantung mengalami masalah. 

Mendengkur Saat Tidur

Mendengkur ketika kelelahan atau tidur sejenak merupakan hal yang wajar. Namun Anda perlu waspada jika volume dengkuran terdengar keras yang disertai dengan tersedak atau terengap-engap. Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda sleep apnea. Gangguan tidur yang menyebabkan Anda berhenti bernafas selama beberapa saat bisa menyebabkan tekanan pada jantung. 

Detak Jantung Tidak Teratur

Pada umumnya jantung Anda akan berdegup kencang saat merasa gugup, kurang tidur, banyak bekerja, bersemangat atau terlalu banyak kafein. Namun jika Anda sering merasakan jantung berdetak lebih cepat tanpa sebab yang jelas, pastikan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Pasalnya kondisi ini bisa disebabkan karena adanya gangguan pada organ jantung. 

Tak hanya nyeri dada, di atas merupakan 8 ciri-ciri jantung mengalami masalah. Jika Anda mengalami beberapa gejala di atas pastikan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Selain itu jangan lupa untuk mulai menerapkan gaya hidup sehat dan rutin berolahraga. Namun Jangan lakukan secara berlebihan ya.  

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antre. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.