Categories
Penyakit

Penyakit Pneumonia: Gejala, Penyebab Dan Pengobatan

Penyakit pneumonia adalah infeksi yang menyerang organ tubuh paru-paru manusia. Hal ini terjadi ketika infeksi telah mengenai kantung udara di paru paru seseorang dan infeksinya berisi cairan atau nanah. Yang bisa menyulitkan seseorang untuk menghirup oksigen segar untuk tubuhnya yang cukup untuk sampai di aliran darahnya.

baca: Tentang Penyakit Hepatitis

Semua orang dapat terkena penyakit pneumonia ini tanpa terkecuali. Bayi di bawah 2 tahun dan orang yang berusia di atas 65 tahun berisiko lebih tinggi. Dikarenakan sistem kekebalan tubuh tidak cukup kuat untuk melawannya dan dapat terkena pneumonia di satu atau kedua paru-paru. Semua orang yang merasa dirinya sehat bisa memilikinya tanpa diketahui.

Gejala Pneumonia

Gejala yang dialami dapat bervariasi tergantung pada apa yang menyebabkan pneumonia tersebut seperti, usia dan kesehatan seseorang secara keseluruhan. Pada biasanya gejala yang terjadi berkembang selama beberapa hari di tubuh seseorang. Berikut ulasan lengkapnya:

1. Nyeri Dada

Nyeri yang dirasakan oleh pasien sangat beragam tergantung pada kekuatan imun pasien. Biasanya pasien tersebut merasa nyeri di dada ketika bernapas dan juga batuk. Untuk mengetahui nyeri yang dialami adalah gejala pneumonia atau bukan, diperiksakan pada dokter.

2. Batuk

Batuk dapat menjadi salah satu gejala pneumonia yang umum. Dalam gejala pneumonia, batuk yang terjadi akan mengeluarkan dahak atau lendir berlebih. Untuk itu dapatlah meminum minuman yang hangat agar mengurangi rasa gatal pada batuk.

3. Demam, Berkeringat, dan Menggigil

Gejala selanjutnya yang akan terjadi adalah demam, berkeringat, dan menggigil. Dan hal ini terjadi disaat cuaca yang berubah ubah meskipun panas ataupun dingin. Ketika merasakan gejala ini patut dicurigai dan konsul ke dokter agar mendapatkan kepastian yang jelas.

4. Mual, Muntah, dan Diare

Ketika mual, muntah, dan diare terjadi dalam seminggu bersamaan dapat menjadi salah satu gejala pneumonia. Dan harus diwaspadai dengan minum obat yang telah diberikan dokter. Namun salah satu dari gejala ini dapat timbul dengan jangka waktu yang lumayan lama dan patut dicurigai.

5. Kehilangan Nafsu Makan

Nafsu makan akan berkurang sehingga membuat penderita merasakan tubuh yang lemah. Dalam keadaan ini akan membuat penderita merasakan sakit yang menjadi jadi. Setiap merasakan gejala yang terjadi lebih baik langsung konsul pada dokter untuk mendapatkan solusi terbaik. Setiap sakit akan ada rasa malas untuk makan dan bisa membuat penyakit tumbuh dengan nyaman dalam tubuh penderita.

Seiring dengan gejala-gejala ini, orang dewasa yang lebih tua dan orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah mungkin bingung. Karena memiliki perubahan dalam kesadaran mental, atau mungkin memiliki suhu tubuh yang lebih rendah dari biasanya.

Baca: Mengenal Penyakit Kardiomiopati

Namun gejala yang terjadi pada bayi baru lahir dan bayi biasanya tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi seperti orang dewasa. Biasanya yang terjadi pada bayi, seperti muntah, demam dan batuk, dan tampak gelisah atau lelah.

Penyebab Pneumonia

Penyebab dari penyakit ini tak lain dari bakteri, virus, dan jamur. Penyakit pneumonia yang terjadi karena bakteri, virus, dan jamur dapat menularkan pada orang lain. Dengan gaya hidup tidak sehat, seperti merokok dan meminum alkohol, akan meningkatkan peluang besar terkena pneumonia. Penyebab pneumonia pada umumnya meliputi:

  • Virus flu
  • Bakteri disebut  Streptococcus pneumoniae  dan  Mycoplasma pneumoniae
  • Virus RSV (penyebab utama pneumonia pada bayi usia 1 atau lebih muda)

Beberapa orang yang berada di rumah sakit mendapatkan “pneumonia yang berhubungan dengan ventilator” jika terkena infeksi saat menggunakan ventilator. Ventilator adalah mesin yang membantu seseorang bernapas.

Jika pneumonia yang didapatkan dari rumah sakit namun tidak menggunakan ventilator, itu disebut pneumonia “didapat di rumah sakit”. Namun sebagian besar orang mendapatkan “pneumonia yang didapat dari masyarakat,” dan bukan berasal dari rumah sakit.

Pengobatan Pneumonia

Dokter dapat memberitahu langkah perawatan mana yang tepat untuk penderita penyakit pneumonia ini. Jika seseorang menderita pneumonia berasal dari bakteri, bisa mendapatkan antibiotik dari dokter. Dan pastikan mengambil semua obat yang diberikan dokter, meskipun merasa lebih baik sebelum selesai menggunakannya.

Jika yang diderita adalah pneumonia virus, menggunakan antibiotik tidak akan membantu. Dalam kasus ini yang diperlukan adalah istirahat, banyak minum air putih, dan minum obat demam yang dianjurkan. Jika gejala yang terjadi parah atau memiliki kondisi lain yang terasa mengalami komplikasi, dokter akan menyarankan  orang  tersebut ke rumah sakit.

Dengan segala jenis pneumonia, pemulihan akan membutuhkan waktu dan hanya perlu banyak istirahat. Dapat melakukan cuti seminggu dari kegiatan yang rutin dilakukan, dan jika masih merasa lelah selama sebulan harus lebih banyak istirahatnya. Sebagai penderita dapat merasakan kondisinya sendiri ketika lemah ataupun telah kuat.

Itulah berbagai informasi mengenai penyakit pneumonia yang diderita seseorang. Dan sudah ada penyebab, gejala serta pengobatan yang harus dilakukan oleh penderita. Dapat melakukan pencegahan dengan mengetahui penyebab dari penyakit ini dari informasi tersebut.

Categories
Penyakit

Penjelasan Penyakit Kardiomiopati Hipertrofi

Penyakit Kardiomiopati Hipertrofi adalah terjadinya penebalan otot jantung secara abnormal. jantung membawa banyak oksigen dan memompanya ke seluruh tubuh. Dalam penelusuran situs ini, jika beban jantung bertambah jantung akan bekerja lebih keras akibatnya otot jantung akan menebal dan ukuran akan membesar. Kardiomiopati Hipertrofi menyebabkan otot jantung menjadi tidak elastis dan menyebabkan menurunnya fungsi jantung dalam memompa darah, sehingga aliran darah yang membawa oksigen menjadi terganggu.

Gejala

Gejala awal dari penderita penyakit Kardiomiopati Hipertrofi hampir tidak mengalami gejala. Gejala dari penyakit Kardiomiopati Hipertrofi baru muncul ketika kondisi penderita sudah semakin parah. Biasanya penderita akan merasakan gejala seperti cepat lelah, pusing, jantung berdebar – debar, nyeri di dada, sesak napas.

Penyebab

Penyebab dari Kardiomiopati Hipertrofi adalah gen – gen abnormal atau mutasi gen yang menyebabkan penebalan otot jantung secara abnormal. Jika dalam keluarga terdapar riwayat penyakit Kardiomiopati Hipertrofi, anda berpeluang 50 % mewarisi salah satu gen tersebut. Penyakit Kardiomiopi Hipertrofi mengikuti pola pewarisan yang dominan, tetapi gejala tidak selalu berkembang pada orang dengan gen yang rusak.

baca: Penyebab Terjadinya Vertigo

Penyebab Penyakit Kardiomiopati Hipertrofi adalah hipertensi dan penuaan. Walaupun dalam beberapa kasus, penyebab kondisi ini tidak pernah diidentifikasi.

Diagnosis

Untuk mendiagnosis penyakit Kardiomiopati Hipertrofi, yang pertama dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik yang dilakukan biasanya dengan mendengarkan detak jantung yang tidak biasa (murmur jantung). Jika otot jantung mengalami penebalan akan terjadi murmur jantung dan mengganggu aliran darah ke jantung. Kemudian menggunakan alat Ekokardiogram untuk membuat gambaran jantung menggunakan suara, alat Elektrokardiogram untuk mengukur aktivitas listrik di jantung, alat monitor holter untuk melihat perbahan detak jantung selama beraktivitas alat ini sebenarnya adalah elektrokardiogram tetapi dengan versi portable, MRI jantung, dan katerisasi jantung untuk mengukur tekanan aliran darah dan mencari penyumbatan di jantung.

Pengobatan

Pada penderita penyakit kardiomiopati Hipertrofi untuk pengobatan tergantung pada usia, gejala, dan tingkat aktifitas. Maka itu obat untuk setiap penderita penyakit Kardiomiopati Hipertrofi berbeda – beda tergantung dari 3 faktor tadi. Untuk obat yang digunakan ada beta-blocker dan calcium channel blocker untuk membantu mengendurkan otot jantung, amiodarone obat untuk antiaritmia bagi penderita yang memiliki irama jantung yang tidak teratur.

Selain itu bagi penderita Kardiomiopati Hipertrofi juga bisa membawa resep obat dari dokter dan menukarnya di lifepack.id, lifepack.id akan membuat jadwal minum obat untuk anda, anda juga tidak perlu mengantri untuk mengambil obat karena obat akan diantarkan ke rumah anda.

Pencegahan

Seperti kata pepatah, mencegah lebih baik daripada mengobati. Untuk pencegahan anda dapat menerapkan gaya hidup sehat agar terhindar dari penyakit Kardiomiopati Hipertrofi dan mengurangi risiko komplikasi. Gaya hidup sehat yang bisa diterapkan dapat berupa makan – makanan yang sehat seperti buah, sayur, minum susu. Kemudian anda dapat menjaga berat badan, kelebihan berat badan tidak baik untuk jantung karena akan membuat jantung bekerja 2 kali lipat untuk memompa darah. Untuk menerapka gaya hidup sehat anda juga bisa melakukan aktivitas fisik dengan intensitas rendah, maksudnya tidak melakukah aktivitas yang berat terlalu sering. Berolah raga adalah kunci gaya hidup sehat. Tidak mengkonsumsi alkohol dan obat – obatan terlarang juga masuk dalam gaya hidup sehat karena kedua hal tersebut tidak baik untuk kesehatan jantung.

Tetap jaga kesehatan anda untuk anda dan orang tersayang anda

Categories
Penyakit

Yuk, Kenali Lebih Dekat Penyakit Kardiomiopati

Bagi manusia jantung adalah alat vital yang penting, karena jantung bertugas untuk memompa darah dalam tubuh Anda. Mungkin kata kardiomiopati masih asing bagi anda. Penyakit kardiomiopati biasa dikenal dengan nama jantung lemah.

baca: Fakta Penyakit Hepatitis

Penyakit Kardiomiopati adalah kelainan terhadap otot jantung, hal ini yang menyebabkan kemampuan jantung untuk memompa darah berkurang dan menyulitkan jantung untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh. Penyebab dari penyakit kardiomiopati belum diketahui secara pasti.

Faktor Risiko

Seseorang yang memiliki faktor risiko untuk penyakit Kardiomiopati adalah

  • riwayat dari keluarga.
  • masalah jantung.
  • obesitas. ketika seseorang mengalami kelebihan berat badan maka jantung akan bekerja lebih ekstra untung memompa darah dan hal ini meningkatkan risiko kardiomiopati bahkan sampai gagal jantung.
  • konsumsi obat terlarang. 
  • minum alkohol. Risiko Penyakit Kardiomiopati dapat meningkat setelah sesorang minum alkohol 7-8 gelas per hari selama lebih dari 5 tahun lamanya.

Hal itu akan meningkatkan risiko anda terkena penyakit kardiomiopati. Tetapi tidak memiliki risiko bukan berarti Anda tidak dapat terserang penyakit ini, Anda tetap harus menjaga kesehatan.

Penyebab

Penyakit Kardiomiopati dapat disebabkan karena faktor genetik dari anggota keluarga dan penyakit lain yang dapat mengganggu kinerja jantung. Contoh penyakit yang dapat mengganggu kinerja jantung adalah diabetes, hipertensi, infeksi jantung, jantung coroner, penyakit autoimun, penyakit otot, penyakit endokrin, dan amyloidosis sarkoidosis. Hal lainnya yang dapat menyebabkan penyakit Kardiomiopati adalah penggunaan obat terlarang, kehamilan, dan pengobatan kanker bisa menyebabkan penyakit Kardiomiopati dapat muncul.

Gejala

Diawal, penyakit ini jarang menimbulkan gejala. Gejala tersebut akan terasa ketika kinerja jantung mulai mengalami penurunan dalam memompa darah. Jika itu terjadi, kardiomiopati sudah melemahkan kinerja jantung. Gejala yang muncul adalah berikut ini :

  • Napas menjadi pendek dan jantung berdebar – debar, hal ini akan sangat terasa ketika selesai melakukan aktivitas berat.
  • Terjadi pembengkakan di kaki bagian bawah, pergelangan kaki, kaki, perut, dan vena leher.
  • Nyeri di dada
  • Merasa mudah lelah juga letih
  • Denyut jantung tidak teratur
  • Batuk saat tidur terlentang
  • Pusing bahkan pingsan saat melakukan aktivitas

Pengobatan

Bagi penderita penyakit Kardiomiopati ringan yang belum memiliki gejala, dapat menerapkan pola hidup sehat dengan menjaga berat badan, mengkonsumsi makanan bergizi,mengurangi minum minuman berkafein, berolahraga rutin, memperhatikan waktu tidur, dan mengelola stres dengan baik.

baca: Cara Mengobati Asam Urat

Jika Penyakit Kardiomiopati sudah menimbulkan gejala, dokter bisa memberi pasiennya beberapa jenis obat seperti obat antiaritmia untuk mengatur detak jantung, obat antihipertensi untuk menjaga tekanan darah, obat anti glukosa untuk mencegah terjadinya penggumpalan darah, obat penghambat aldosterone untuk menyeimbangkan kadar mineral, dan obat diuretic untuk mengurangi menumpuknya cairan dalam tubuh.

Banyak sekali bukan obat yang dibutuhkan, Anda dapat membeli obat dengan mudah di lifepack.id tanpa perlu mengantri karena obat akan datang kerumah sesuai kebutuhan harian Anda.

Diagnosis

Pemeriksaan yang dibutuhkan untuk mendiagnosis Kardiomiopati adalah dokter akan menanyakan gejala yang dialami serta riwayat kesehatan anda dan keluarga. Setelah itu dokter melakukan pemeriksaan fisik yaitu memeriksa dada menggunakan stetoskop. Kemudian untuk memastikan diagnosis, dokter melakukan pemeriksaan lanjut menggunakan alat – alat medis seperti Elektrokardiogram (EKG), Ekokardiogram (USG Jantung), Treadmill Stress Test, dan pemindaian dengan Rotgen dada.

Anda juga bisa konsultasi dengan dokter terpercaya dari lifepack.id untuk konsultasi, dokter lifepack tersedia untuk Anda.

Categories
Penyakit

Mari Mengetahui Seluk Beluk Hepatitis

Anda tahu bukan bahwa dalam kondisi medis, terdapat berbagai macam kalimat yang mungkin masih terngiang jelas di dalam otak. Pasti sebagian besar orang tahu tentang hepatitis bukan? Hepatitis merupakan salah satu kondisi medis yang diidap oleh seseorang dan tentunya perlu perhatian yang sangat khusus untuk Anda ketahui. Tetapi, mungkin sebenarnya Anda sedang bertanya-tanya “apa itu hepatitis?’ atau “ apa tipe-tipe dari hepatitis dan cara mencegah hepatitis?” memang pertanyaan ini haruslah diselesaikan di sini, agar tidak kepikiran.

Apa itu Hepatitis dan Penyebabnya?

Anda harus tahu bahwa hepatitis merupakan salah satu peradangan yang terjadi pada area hati atau liver. Kenapa bisa seseorang mengidap hepatitis? Tentu saja hal ini bisa terjadi, karena infeksi virus. Apakah penyakit yang satu ini bisa menular? Perlu untuk Anda ketahui, bahwa hepatitis merupakan penyakit yang menular. Maka dari itu, Anda perlu menjaga kesehatan tubuh dengan baik.

baca juga: Waspadai Gejala Tifus Ini

Sebelumnya, apakah Anda mengetahui penyebab dari hepatitis? Inilah informasi mengenai penyebab dari hepatitis, diantaranya sebagai berikut:

  1. Hepatitis A

Anda harus tahu bahwa hepatitis A ini disebabkan karena infeksi virus hepatitis A atau HAV. Harus Anda ketahui juga, bahwa penularan dari hepatitis A ini dikarenakan makanan serta minuman yang sudah dikontaminasi denagn fese penderita hepatitis A.

  • Hepatitis B

Selanjutnya adalah hepatitis B yang disebabkan oleh infeksi sirus HBV. Bagaimana cara penularannya? Cara yang ditularkan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh yang dimiliki penderita hepatitis B. cairan apa saja itu? Cairan itu baik berupa darah, cairan yang dihasilkan vagina, atau air mani.

  • Hepatitis C

Anda tahu bahwa hepatitis C disebabkan karena HCV atau infeksi virus hepatiitis C. Bahkan, hal yang harus Anda ketahui adalah bahwa hepatitis yang satu ini sama dengan hepatitis B. Cara penularannya gimana? Cara penularan sendiri bisa saja terjadi, karena hubungan seks tidak menggunakan kondom atau meggunakan suntikan bekas yang pernah digunakan oleh penderita hepatitis C.

  • Hepatitis D

Banyak sekali untuk macam-macam hepatitis, salah satunya yang ada adalah hepatitis D. Bagaimana bisa mengidap hepatitis D? Tentu saja hal ini terjadi karena HDV. Penularan sendiri bisa diakibatkan karena darah atau cairan tubuh, tetapi virus HDV ini tidak mampu berkembang biak ketika tidak ada hepatitis B.

  • Hepatitis E

Hepatitis E ini disebabkan oleh HEV. Anda harus tahu bahwa hepatitis E ini mudah menular yang mempunyai lingkungan dengan sanitasi yang cukup buruk. Salah satu media penularannya adalah sumber air yang sudah terkontaminasi.

Gejala Hepatitis

Anda harus tahu bahwa ketika sudah mengetahui pengertian dan penyebab terjadinya hepatitis, mulai dari hepatitis A, B, C, D, dan E. Anda harus menggaris bawahi gejala-gejala yang ditimbulkan oleh hepatitis. Inilah gejala yang bisa ditimbulkan oleh hepatitis, diantaranya sebagai berikut:

  1. Mula dan muntah
  2. Demam
  3. Kelelahan yang berlebihan
  4. Fases pucat
  5. Urine gelap
  6. Nyeri perut dan sendi
  7. Hilangnya nafsu makan
  8. Berat badan menurun
  9. Mata serta kulit menjadi kekuningan

Anda bisa melihat gejala yang nampak ketika terjadi hepatitis. Anda bisa melakukan konsultasi ringan bersama dengan dokter yang sudah disediakan oleh lifepack.id. Lifepack melayani berbagai macam pertanyaan dengan jangka waktu 24 jam. Anda bisa mengajukan beberapa pertanyaan mengenai kesehatan melalui website atau aplikasi yang sudah tersedia di google play store atau app store.

Cara Mencegah Hepatitis

Inilah cara yang digunakan untuk mencegah hepatitis, diantaranya sebagai berikut:

  1. Mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun dan air bersih
  2. Melakukan hubungan seksual yang aman, menggunakan kondom dan tidak melakukan pergantian pasangan
  3. Menghindari pembagian alat pribadi
  4. Menjaga imunitas tubuh
  5. Tidak mengkonsumsi alkohol
Categories
Penyakit Tips

Kenali Ciri-ciri Penyakit Vertigo, Penyebab, dan Bahayanya bagi Tubuh

Vertigo ditandai dengan sakit kepala yang hebat dan terasa berputar. Ketika seseorang mengalami vertigo, maka orang tersebut akan sangat merasa pusing hingga tak mampu melakukan apapun. Ada dua jenis penyakit vertigo yaitu vertigo perifer dan vertigo sentral. Apakah perbedaannya? Vertigo perifer disebabkan oleh masalah pada telinga bagian dalam, organ kecil yang berkomunikasi dengan otak untuk mengontrol keseimbangan, obat-obatan tertentu, dan cidera kepala.

Sedangkan, vertigo sentral diakibatkan oleh masalah pada cerebellum atau bagian yang mentransmisikan pesan antara cerebellum dan sumsum tulang belakang. Faktanya, tidak semua orang sadar jika dirinya mengalami sakit vertigo. Mirisnya, tak sedikit yang mengabaikan penyakit ini. Padahal, jika dibiarkan, akan ada bahaya yang mengintai. Oleh karena tiu, sebelum beranjak kian parah, yuk kita kenali ciri-ciri dari penyakit vertigo ini!

Ciri-ciri Penyakit Vertigo

Gejala utama dari penyakit vertigo adalah pusing, sensasi kepala yang berputar, dan kehilangan keseimbangan. Selain itu, gejala lainnya yaitu mual dan muntah, berkeringat hingga pingsan, tinnitus dan hilangnya pendengaran, hingga sensasi merasa akan terjatuh. Ciri-ciri vertigo tersebut biasanya akan hilang timbul selama beberapa menit, jam, hingga hari. Namun, jika gejala vertigo menjadi lebih parah, seperti anggota tubuh terasa lemah, penglihatan terbayang, kesulitan bicara, pergerakan mata tidak normal, penurunan kesadaran, respon melambat, kesulitan berjalan, dan demam, maka segera periksakan diri ke dokter.

Penyebab Vertigo

Secara umum, penyakit vertigo disebabkan oleh beragam kondisi, diantaranya diabetes, migrain, stroke, penyakit Parkinson, dan tumor otak. Namun, vertigo ini juga akan lebih berisiko terjadi pada seseorang yang memiliki kebiasaan merokok maupun mengonsumsi minuman alkohol. Vertigo juga bisa disebabkan oleh trauma dalam telinga serta suplai darah ke batang otak dan otak kecil yang menurun. Jika tidak segera ditangani, vertigo dapat menyebabkan penyakit lain yang lebih serius.

Bahaya Vertigo bagi Tubuh

Beberapa masalah kesehatan yang timbul akibat vertigo adalah sebagai berikut.

Kehilangan Pendengaran

Pada kasus yang masih ringan, vertigo mengganggu pendengaran seperti telinga berdenging. Namun, jika sudah parah, seseorang yang mengalami sakit vertigo bisa saja kehilangan pendengarannya. Bagaimana bisa? Hal ini dikarenakan beberapa penyebab vertigo seperti penyakit Meiere dan Labirinitis dapat mengakibatkan Anda kehilangan pendengaran. 

Pertanda Penyakit Stroke 

Jika penyakit vertigo Anda tidak kunjung sembuh atau malah sering kambuh, disertai gejala lain seperti kelemahan pada satu sisi tubuh atau kesulitan mengontrol gerakan, maka vertigo bisa jadi pertanda dari gangguan pada sistem saraf yaitu stroke.

Mengganggu Aktivitas Sehari-hari

Ketika sudah kronis, maka vertigo akan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari Anda. Sebab, ketika kambuh, Anda akan kesulitan untuk berdiri dan berjalan hingga harus membatasi aktivitas dan pekerjaan Anda.

Kehilangan Keseimbangan

Saat vertigo menyerang, maka seseorang akan kesulitan dalam mengendalikan keseimbangan tubuhnya. Akibatnya, tubuh bisa terjatuh dan mengalami cidera.

Jika diperhatikan, maka bahaya vertigo memang tidak bisa dianggap remeh. Sila lakukan pemeriksaan rutin ke dokter guna penanganan yang lebih intensif. Selain itu, Anda harus mengontrol asupan garam guna mengurangi gejala vertigo pada penyakit Meniere. Konsumsi pula jahe, buah citrus, bawang putih, bayam, dan paprika untuk meringankan beberapa gejala vertigo atau mencegah kambuhnya vertigo.

Selain itu, beberapa upaya pencegahan supaya vertigo tidak kambuh seperti tidur dengan posisi kepala lebih tinggi, duduk diam sejenak setelah bangun tidur, menggerakkan kepala perlahan, dan hindari posisi membungkuk.

Categories
Kesehatan Penyakit

Waspadai Gejala-gejala Tipes Ini Sebelum Terlambat

Tipes atau demam tifoid merupakan salah satu penyakit yang cukup sering dialami oleh masyarakat Indonesia. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Penyebab tipes adalah bakteri Salmonella typhi.

Perlu Anda ketahui, bakteri ini biasanya berada di dalam air yang terkontaminasi oleh feses dan bisa pula menempel pada makanan atau minuman yang dikonsumsi. Ketika Anda sering jajan sembarangan dikala sistem kekebalan tubuh sedang menurun, saat itulah Anda terancam terkena gejala tipes. Apalagi bagi anak-anak yang memang suka jajan sembarangan, padahal daya tahan tubuhnya masih belum sekuat orang dewasa. Tak heran, anak lebih rentan terserang demam tifoid ini.

baca juga: Cara Mengatasi Asam Urat

Tidak hanya menempel dimakanan atau minuman, bakteri Salmonella typhi ini juga disebabkan melalui kontak langsung dengan penderita tipes. Misalnya saja, Anda mengonsumsi makanan yang dimasak oleh penderita tipes. Kemudian, bakteri tersebut akan masuk kedalam aliran darah dan diangkut oleh sel darah putih menuju organ-organ vital seperti hati, limpa, dan sumsum tulang. Setelah itu, bakteri akan berkembang biak dan kembali ke aliran darah. Saat bakteri menyerang darah inilah, Anda akan mulai mengalami gejala tipes. Masalahnya, banyak orang tak menyadari gejala tipes dan mengabaikannya. Akibatnya, timbul risiko yang lebih parah. Nah, apa sajakah gejala demam tifoid atau tipes ini? Yuk kita cari tahu bersama!

Demam 

Sebelum terserang tipes, biasanya penderita akan mengalami beberapa gejala terlebih dulu. Salah satu gejala yang muncul adalah demam. Demam yang diakibatkan oleh bakteri Salmonella thypii ini merupakan hasil dari proses peradangan dalam tubuh yang dipicu oleh kerja sistem imun karena melawan infeksi dari bakteri Salmonella thypii. Demam ini akan meningkat secara bertahap setiap harinya dan bisa mencapai 35 hingga 40 derajat Celcius.

Mudah Berkeringat

Hal ini berkaitan dengan gejala pertama yaitu demam. Ketika tubuh mengalami demam yang sangat tinggi, maka suhu tubuh akan meningkat dan Anda akan merasa panas. Penderita pun akan mudah berkeringat meskipun tidak bergerak secara aktif. 

Secara ilmiah, ketika suhu tubuh panas atau diatas normal, maka otak akan memerintahkan kelenjar keringat untuk mengeluarkan cairan melalui pori-pori kulit. Tujuannya dari pengeluaran keringat ini supaya suhu tubuh kembali normal.

Tubuh Mudah Lemas

Ketika seseorang terserang gejala tipes, maka tubuhnya akan merasa sering lemas dan tidak berenergi. Mungkin, beberapa orang sempat mengabaikan gejala ini karena dianggap efek kelelahan atau kurang istirahat. Padahal, hal ini terjadi karena penderita terus menerus diare. Akibatnya, tubuh akan kehilangan banyak cadangan cairan dan elektrolit karena dibuang melalui feses dan keringat. Disisi lain, fungsi cairan tubuh ini sangat penting untuk membantu otot supaya dapat bekerja dan berkontraksi dengan baik.

Gangguan Pencernaan

Pada dasarnya, penyakit tipes ini menyerang sistem pencernaan, terutama usus. Gangguan pencernaan ini merupakan gejala yang umum terjadi, entah berupa diare atau sembelit. Hal ini dapat terjadi karena usus yang terinfeksi tidak akan bekerja dengan baik, sehingga proses penyerapan air akan ikut terganggu. Tak heran, penderita akan sering merasa sakit perut karena bakteri Salmonella thypii ini. Parahnya, rasa sakit ini akan terus berlangsung selama infeksi masih menyerang.

Oleh karena itu, Anda wajib menjalankan pola hidup sehat supaya terhindari dari gejala tipes. Misalnya, mengonsumsi makanan atau minuman yang higienis, rajin mencuci tangan, dan menjaga kebersihan toilet. Kunjungi juga apotik online untuk mendapatkan obat yang tepat.

Categories
Kesehatan Penyakit

Asam Urat: Penyebab Hingga Obatnya

Gangguan asam urat adalah salah satu gangguan yang paling sering dialami oleh mereka yang berusia di atas 40 tahun. Penyakit ini memang bisa dikatakan merupakan hasil yang dipetik oleh penderitanya akibat gaya hidup yang kurang sehat sewaktu muda. Untuk penyakit asam urat yang parah, dokter mungkin akan memberikan obat medis untuk meredakan gejala penyakitnya. Namun untuk kondisi tertentu, asam urat juga bisa diturunkan menggunakan obat-obatan alami. 

Penyakit Asam Urat Tinggi

Asam urat sendiri sebenarnya merupakan zat yang secara alami ada pada tubuh dalam jumlah tertentu. Namun, ketika asam urat justru menumpuk dalam jumlah berlebih di tubuh, maka pada saat itulah seseorang akan merasakan gejala sakit yang disebut gejala asam urat. Gangguan asam urat akan menyerang persendian di tubuh hingga menyebabkan penderitanya kesulitan beraktivitas. 

baca: Tips agar Asam Urat Tidak Mudah Kambuh

Sendi yang dapat diserang oleh penyakit asam urat sebenarnya beragam. Namun, kebanyakan penderita mengalami masalah pada persendian di jari tangan dan ujung jari kaki. Gangguan asam urat tinggi menyebabkan terbentuknya kristal dalam jumlah besar pada tumbuh dan menumpuk pada area tubuh tertentu. 

Faktor Penyebab Asam Urat Tinggi

Gangguan asam urat dapat muncul ketika purin yang dikonsumsi dalam tubuh kemudian menumpuk dan membentuk kristal. Akibatnya, bagian tubuh tertentu mengalami pembengkakan dan terasa sakit. 

1. Konsumsi Makanan Zat Purin Tinggi

Kebiasaan mengkonsumsi makanan mengandung zat purin tinggi menjadi salah satu faktor terbesar penyebab asam urat. Makanan ini meliputi jeroan hewan, daging merah dan makanan laut.

2. Konsumsi Alkohol

Kebiasaan mengkonsumsi alkohol meningkatkan risiko asam urat. Selain itu kurangi pula konsumsi minuman kaya gula.

Obat Alami untuk Gangguan Asam Urat 

 Untuk menurunkan kadar asam urat berlebih di dalam tubuh bisa dilakukan dengan mengkonsumsi sejumlah obat-obatan alami. Kelebihan mengkonsumsi obat-obatan alami adalah efek sampingnya yang rendah bahkan beberapa tidak memiliki efek samping sama sekali. 

1. Kopi

Kopi merupakan minuman yang mengandung polifenol, mineral hingga kafein. Manfaat kandungan senyawa dalam kopi dapat menaikkan tingkat metabolisme purin untuk diubah menjadi asam urat. Selain meningkatkan metabolisme purin, kopi juga dapat meningkatkan proses pembuangan asam urat lewat urine. Namun, untuk mereka yang memiliki masalah sakit lambung sebaiknya mengurangi kopi.

2. Makanan Tinggi Vitamin C

Penderita asam urat tinggi disarankan untuk mengkonsumsi buah dan sayur yang kaya kandungan vitamin C alami. Vitamin C memiliki manfaat dalam menurunkan jumlah asam urat yang tinggi dalam tubuh. Buah yang bisa dikonsumsi penderita asam urat seperti semangka, kiwi, jambu, nanas dan juga jeruk. Sementara sayur yang disarankan adalah kentang, kembang kol, bayam, tomat, serta brokoli.

3. Kunyit

Di dalam kunyit terdapat kandungan curcumin yang bermanfaat sebagai antiradang. Untuk memanfaatkan kunyit sebagai obat alami asam urat adalah dengan merebus kunyit dan mengkonsumsinya rutin.

4. Jahe

Tanaman rimpang di Indonesia ini memiliki manfaat sebagai obat alami untuk penderita asam urat tinggi. Di dalam jahe terdapat kemampuan antiradang sehingga bisa menurunkan rasa nyeri pada penderita asam urat.  Untuk memanfaatkan jahe sebagai obat alami asam urat dapat dilakukan dengan cara mencampur air hangat dengan satu sendok makan jahe yang sudah diparut. 

Selanjutnya gunakan ramuan ini dengan cara merendam kain ke dalam air kemudian digunakan untuk mengompres bagian yang bengkak. Anda juga bisa memanfaatkan teh jahe untuk dikonsumsi. 

Sementara untuk pengobatan medis, Anda harus pergi ke dokter terlebih dulu. Dokter biasanya akan meresepkan obat allupurinol untuk menurunkan kadar asam urat. Dosis allupurinol akan disesuaikan dengan kadar asam urat. 

Categories
Penyakit

Pengobatan untuk Penyakit Difteri

Bahaya mematikan yang ditimbulkan oleh penyakit Difteri membuat diri seseorang harus segera menangani penyakit ini dengan secepat mungkin. Kita seringkali menimbulkan tanda-tanda berupa adanya gangguan pada pernafasan, sulit menelan, sakit tenggorokan, demam yang tidak terlalu tinggi, suara parau, maupun tanda yang lainnya. Apabila Anda mengalami tanda tersebut, maka jangan pernah menunda untuk segera mengkonsultasikannya kepada dokter.

baca: Pemicu Terjadinya Kanker Serviks

Apabila penderita mengalami penyakit Difteri, sangat dianjurkan untuk tidak mengabaikannya. Apabila bakteri ini menyebar di dalam tubuh, maka bisa menimbulkan hal yang fatal, seperti menimbulkan kematian. Ada beberapa langkah pengobatan yang bisa dilakukan dengan tujuan supaya penyakit Difteri dapat disembuhkan.

Langkah Pengobatan Penyakit Difteri

Apabila Anda mengalami kondisi seperti itu, maka segeralah melakukan pengecekan pada bagian pangkal tenggorokan. Caranya yaitu silahkan membuka mulut, kemudian amatilah apakah terdapat selaput putih berwarna keabu-abuan di dalamnya. Untuk selaput tersebut menjadi kumpulan sel-sel mati yang telah membentuk membran. 

Penyebabnya yaitu adanya bakteri corynebacterium diphtheriae yang mana bakteri tersebut menghasilkan racun sekaligus membunuh sel-sel sehat yang terdapat di dalam tenggorokan. Apabila terdapat selaput pada tenggorokan maka segera konsultasikan kepada dokter yang ada di Puskesmas maupun di rumah sakit terdekat. Dengan cara inilah maka Anda akan memperoleh deteksi yang jauh lebih akurat sekaligus penanganan yang lebih tepat. 

Selama proses pemeriksaan berlangsung, maka dokter akan memberikan pertanyaan untuk dapat dijadikan sebagai tinjauan riwayat penyakit dari pasien. Pertanyaan yang seringkali diajukan oleh dokter yaitu mengenai apakah Anda telah mendapatkan imunisasi Difteri atau pun belum. Jika belum maka dokter akan memberikan imunisasi. 

Ada juga pertanyaan lain yang akan diajukan, seperti mengenai kondisi lingkungan tempat tinggal, apakah di sekitar rumah ada tetangga maupun orang lain yang mempunyai gejala seperti penyakit Difteri. Melalui pertanyaan yang diajukan oleh dokter kepada pasien tersebut maka lebih memudahkan dokter dalam membuat laporan yang akan diberikan kepada Dinas Kesehatan. 

Apabila dokter merasa sudah yakin bahwa gejala yang dialami pasien tersebut adalah gejala penyakit Difteri, pihak dokter segera mengambil selaput putih keabu-abuan yang terdapat pada bagian saluran pernafasan. Untuk selaput yang terdapat pada tenggorokan tersebut akan diambil secara langsung dengan bantuan alat tanpa melakukan proses operasi. 

Apabila selaput tersebut sudah diambil, maka dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium. Jika dokter mencurigai adanya pasien tertular Difteri, pihak dokter segera melakukan pengobatan meskipun hasil dari laboratorium belum turun. Selama proses pengobatan, pasien diminta untuk tetap menjalani perawatan pada ruang isolasi. 

Terdapat dua pengobatan yang nantinya hendak diberikan dokter kepada pasiennya, yaitu berupa antitoksin dan antibiotik. Kedua pengobatan tersebut mempunyai fungsi supaya bakteri dapat dibunuh sehingga infeksi dapat tersembuhkan. Pada biasanya pengobatan tersebut dilakukan hingga 14 hari. Dengan begitu maka isolasi paling tidak dilakukan dua hingga tiga minggu lamanya. 

Tujuannya yaitu supaya pasien benar-benar bersih dari adanya bakteri Difteri. Selama berada di ruang isolasi pasien diharapkan untuk tidak pergi kemana-mana dan tidak bertemu dengan orang lain supaya penyebaran bakteri tidak menyebar kemana-mana. Difteri memang menjadi penyakit yang sangat membahayakan, karena dapat merenggut nyawa para penderitanya apabila tidak segera ditangani dengan baik. 

Sebab itu jika dirasa Anda mengalami gejala-gejala penyakit Difteri, jangan pernah menunda untuk datang ke dokter maupun ke rumah sakit supaya bisa mendapatkan penanganan yang tepat dan segera mungkin.

Categories
Penyakit Tips

Wahai Wanita Hindari 6 Kebiasaan Ini Supaya Terhindar Dari Kanker Serviks

Wanita yang menderita kanker serviks seringkali tidak dapat diselamatkan karena penanganan yang terlambat. Banyak orang yang mengetahui bahwa kanker serviks disebabkan karena adanya virus HPV atau Human Papilloma Virus. Akan tetapi banyak orang yang tidak memahami ternyata kanker serviks tidak hanya bersumber dari virus HPV saja. 

Baca juga: Waspadai Bahaya Asam Urat

Kanker serviks tidak hanya disebabkan karena adanya virus HPV saja. Ada beberapa faktor lain yang menimbulkan penyakit kanker tersebut. Bagi wanita wajib mengetahui mengenai apa saja kebiasaan buruk yang sebaiknya dihindari supaya kanker serviks tidak menimpa Anda.

Kebiasaan Buruk yang Memicu Penyakit Kanker Serviks

Berbagai jenis penyakit memang bisa saja bersarang di tubuh siapapun, baik itu wanita atau pun pria. Akan tetapi wanita lebih berpeluang terhadap berbagai jenis penyakit, salah satunya yaitu kanker serviks. Penanganan yang tidak tepat dapat menimbulkan kematian, karena jenis kanker merupakan penyakit yang tidak boleh disepelekan. 

Berikut ini kebiasaan buruk yang memicu adanya penyakit kanker serviks, di antaranya:

  1. Sering Berganti Pasangan

Penyebaran virus HIV dapat terjadi dengan mudah melalui hubungan seksual. Apabila Anda terlalu sering berganti pasangan, maka hal ini lebih berisiko besar adanya serangan penyakit kanker serviks. Sebab itu Anda harus berhati-hati ketika memilih pasangan, karena apabila pasangan Anda menderita penyakit HPV maka Andapun juga beresiko tertular.

  1. Merokok

Kandungan zat yang terdapat di dalam rokok bisa merusak DNA sel-sel pada bagian serviks.  Bagi wanita yang memiliki kebiasaan merokok cenderung mempunyai resiko yang lebih besar terhadap serangan kanker serviks. Rokok mempunyai kandungan zat bersifat karsinogenik yang mana zat tersebut dapat menjadikan aktivitas dari virus HIV mengalami peningkatan dalam melawan virus HPV tersebut.

  1. Hubungan Seks Usia Dini

Saat usia dini wanita mempunyai organ reproduksi yang belum berkembang secara sempurna. Oleh karena itu apabila wanita melakukan hubungan seks pada usia dini lebih beresiko adanya kanker serviks. Terlebih lagi apabila wanita tersebut melakukan hubungan seks dibawah 17 tahun. Penting sekali pelajaran mengenai seks sejak dini supaya wanita tidak salah dalam memilih pergaulan.

  1. Penggunaan Pil KB

Pil KB memang dijadikan salah satu cara untuk mengontrol kehamilan. Apabila pil KB digunakan dalam jangka yang panjang, tentunya dapat memicu adanya kanker serviks. Salah satu alasannya yaitu pil KB yang dikonsumsi dalam jangka waktu panjang berpengaruh terhadap kesehatan dari leher rahim. Sehingga resiko kanker serviks yang dialami oleh wanita lebih besar. Untuk mencegah kehamilan, sebaiknya wanita lebih bijak dalam melakukan pemilihan alat kontrasepsi.

  1. Adanya Faktor Genetik

Peluang penyakit kanker serviks dapat terjadi dua kali lipat bagi diri seseorang yang mempunyai faktor genetik. Apabila keluarganya ada yang menderita penyakit kanker serviks, maka hal ini berkemungkinan anggota keluarga lain dapat mengalami hal yang sama. Salah satu alasannya yaitu karena adanya kesamaan bagian sistem imun serta daya tahan tubuhnya.

  1. Kurangnya Kebersihan

Pencegahan kanker serviks dapat dilakukan apabila wanita selalu menjaga kebersihan, terutama pada bagian organ intim dan pakaian dalam. Anda selalu disarankan untuk rutin mengganti pakaian dalam untuk memastikan bahwa pakaian dalam tetap berada dalam kondisi yang bersih. Saat menstruasi juga harus sering mengganti pembalut. Jangan sampai terdapat tumpukan bakteri di area kewanitaan.

Penyakit kanker serviks memang bukanlah penyakit yang ringan. Anda tidak boleh menyepelekannya. Jika sudah mengetahui beberapa kebiasaan buruk yang dapat memicu penyakit kanker serviks, maka Anda sebagai wanita harus lebih berhati-hati supaya tidak beresiko terserang penyakit mematikan ini.

Categories
Penyakit

Jangan Sepelekan! Inilah Bahaya Jika Asam Urat Tidak Segera Diobati

Jenis penyakit asam urat seringkali menimpa pria maupun wanita. Akan tetapi pria cenderung lebih berpotensi mengalaminya. Terlebih lagi untuk rentang usia 30 sampai 50 tahun. Pada biasanya wanita saat memasuki masa menopause lebih berpeluang adanya serangan penyakit asam urat. Pada dasarnya, menurut penjelasan Lifepack, asam urat tersebut dihasilkan oleh tubuh secara alami dalam mengurai zat purin dalam makanan.

baca: Obat Asam Urat yang Manjur

Secara normal, kondisi asam urat yang tidak terpakai secara langsung akan dibuang oleh tubuh yaitu melalui feses atau melalui urine. Apabila produksi asam urat lebih banyak, sedangkan ginjal tidak dapat membuangnya ,maka hal ini dapat menimbulkan bahaya yang lebih fatal. Sementara kadar asam urat yang tinggi didalam darah bisa menimbulkan adanya pembentukan kristal padat pada bagian sendi.

Bahaya Asam Urat yang Tidak Segera ditangani 

Kristal padat yang dibiarkan begitu saja pada akhirnya seringkali menimbulkan adanya peradangan maupun penyakit asam urat. Apabila kondisi seperti ini tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, maka kristal padat bisa menimbulkan berbagai jenis penyakit. Bahkan kondisi yang membahayakan tubuh, misalnya saja adanya penyakit ginjal bahkan hingga kerusakan bagian sendi.

Ternyata tidak hanya itu saja, karena masih ada bahaya lain yang ditimbulkan apabila kondisi asam urat tidak segera diobati. Diantaranya seperti berikut ini:

  1. Batu Ginjal

Kondisi asam urat yang tidak segera mendapatkan pengobatan maka dapat memunculkan batu ginjal. Batu ginjal tersebut bisa saja muncul akibat asam urat yang menumpuk. Penumpukan batu inilah yang seringkali mengganggu fungsi dari ginjal. Sehingga pada akhirnya menimbulkan penyakit gagal ginjal.

  1. Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner juga tidak terlepas dari yang namanya asam urat. Penyumbatan kristal pada asam urat yang tidak segera mendapatkan penanganan akan berpengaruh terhadap Pembuluh darah yang akan dibawa oleh darah. Sehingga penderita asam urat bisa berpeluang mengalami penyakit jantung koroner.

  1. Tophi

Kondisi tophi ini yaitu kondisi adanya penumpukan kristal padat yang terdapat pada bagian kulit bawah yang pada akhirnya membentuk benjolan kecil yang berwarna putih. Di dalam tophi ini dapat ditemukan cairan berbentuk seperti pasta gigi. Pada biasanya cairan ini muncul pada area lengan, ibu jari, kaki jari, tangan, telinga, tumit, lutut, maupun pada sepanjang pergelangan kaki atau punggung kaki.

Kondisi seperti ini dapat menimbulkan rasa yang menyakitkan. Terlebih lagi apabila tophi sudah membengkak dan meradang. Pada biasanya penderita akan mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

  1. Kerusakan Bagian Sendi

Bagian sendi akan mengalami kerusakan apabila kadar asam urat dalam darah tidak lagi terkontrol. Kerusakan tersebut bisa saja terjadi secara permanen dan hal ini bisa muncul setelah penderita mengalami tophi. Pada bagian sendi yang berada dalam kondisi seperti ini dianggap sebagai kondisi yang sangat serius. Sebab itu dokter selalu menyarankan untuk melakukan prosedur operasi supaya dapat mengganti sekaligus memperbaiki sendi yang rusak.

  1. Diabetes

Kondisi asam urat yang tidak segera ditangani dengan baik maka beresiko terhadap penyakit diabetes. Kadar asam urat yang tinggi bisa saja meningkatkan diabetes sampai dengan 20%. Sebab itu jika sekiranya Anda mempunyai riwayat diabetes, jangan pernah menunda untuk segera mengobatinya.

Demi melakukan pencegahan adanya komplikasi yang ditimbulkan dari penyakit asam urat, maka disarankan bagi Anda untuk segera melakukan pengobatan. Silahkan berkonsultasi ke dokter mengenai pengobatan yang tepat dilakukan supaya meminimalisir agar tidak terjadinya penyakit yang lain.