Categories
Penyakit Tips

Wahai Wanita Hindari 6 Kebiasaan Ini Supaya Terhindar Dari Kanker Serviks

Wanita yang menderita kanker serviks seringkali tidak dapat diselamatkan karena penanganan yang terlambat. Banyak orang yang mengetahui bahwa kanker serviks disebabkan karena adanya virus HPV atau Human Papilloma Virus. Akan tetapi banyak orang yang tidak memahami ternyata kanker serviks tidak hanya bersumber dari virus HPV saja. 

Baca juga: Waspadai Bahaya Asam Urat

Kanker serviks tidak hanya disebabkan karena adanya virus HPV saja. Ada beberapa faktor lain yang menimbulkan penyakit kanker tersebut. Bagi wanita wajib mengetahui mengenai apa saja kebiasaan buruk yang sebaiknya dihindari supaya kanker serviks tidak menimpa Anda.

Kebiasaan Buruk yang Memicu Penyakit Kanker Serviks

Berbagai jenis penyakit memang bisa saja bersarang di tubuh siapapun, baik itu wanita atau pun pria. Akan tetapi wanita lebih berpeluang terhadap berbagai jenis penyakit, salah satunya yaitu kanker serviks. Penanganan yang tidak tepat dapat menimbulkan kematian, karena jenis kanker merupakan penyakit yang tidak boleh disepelekan. 

Berikut ini kebiasaan buruk yang memicu adanya penyakit kanker serviks, di antaranya:

  1. Sering Berganti Pasangan

Penyebaran virus HIV dapat terjadi dengan mudah melalui hubungan seksual. Apabila Anda terlalu sering berganti pasangan, maka hal ini lebih berisiko besar adanya serangan penyakit kanker serviks. Sebab itu Anda harus berhati-hati ketika memilih pasangan, karena apabila pasangan Anda menderita penyakit HPV maka Andapun juga beresiko tertular.

  1. Merokok

Kandungan zat yang terdapat di dalam rokok bisa merusak DNA sel-sel pada bagian serviks.  Bagi wanita yang memiliki kebiasaan merokok cenderung mempunyai resiko yang lebih besar terhadap serangan kanker serviks. Rokok mempunyai kandungan zat bersifat karsinogenik yang mana zat tersebut dapat menjadikan aktivitas dari virus HIV mengalami peningkatan dalam melawan virus HPV tersebut.

  1. Hubungan Seks Usia Dini

Saat usia dini wanita mempunyai organ reproduksi yang belum berkembang secara sempurna. Oleh karena itu apabila wanita melakukan hubungan seks pada usia dini lebih beresiko adanya kanker serviks. Terlebih lagi apabila wanita tersebut melakukan hubungan seks dibawah 17 tahun. Penting sekali pelajaran mengenai seks sejak dini supaya wanita tidak salah dalam memilih pergaulan.

  1. Penggunaan Pil KB

Pil KB memang dijadikan salah satu cara untuk mengontrol kehamilan. Apabila pil KB digunakan dalam jangka yang panjang, tentunya dapat memicu adanya kanker serviks. Salah satu alasannya yaitu pil KB yang dikonsumsi dalam jangka waktu panjang berpengaruh terhadap kesehatan dari leher rahim. Sehingga resiko kanker serviks yang dialami oleh wanita lebih besar. Untuk mencegah kehamilan, sebaiknya wanita lebih bijak dalam melakukan pemilihan alat kontrasepsi.

  1. Adanya Faktor Genetik

Peluang penyakit kanker serviks dapat terjadi dua kali lipat bagi diri seseorang yang mempunyai faktor genetik. Apabila keluarganya ada yang menderita penyakit kanker serviks, maka hal ini berkemungkinan anggota keluarga lain dapat mengalami hal yang sama. Salah satu alasannya yaitu karena adanya kesamaan bagian sistem imun serta daya tahan tubuhnya.

  1. Kurangnya Kebersihan

Pencegahan kanker serviks dapat dilakukan apabila wanita selalu menjaga kebersihan, terutama pada bagian organ intim dan pakaian dalam. Anda selalu disarankan untuk rutin mengganti pakaian dalam untuk memastikan bahwa pakaian dalam tetap berada dalam kondisi yang bersih. Saat menstruasi juga harus sering mengganti pembalut. Jangan sampai terdapat tumpukan bakteri di area kewanitaan.

Penyakit kanker serviks memang bukanlah penyakit yang ringan. Anda tidak boleh menyepelekannya. Jika sudah mengetahui beberapa kebiasaan buruk yang dapat memicu penyakit kanker serviks, maka Anda sebagai wanita harus lebih berhati-hati supaya tidak beresiko terserang penyakit mematikan ini.

Categories
Penyakit

Jangan Sepelekan! Inilah Bahaya Jika Asam Urat Tidak Segera Diobati

Jenis penyakit asam urat seringkali menimpa pria maupun wanita. Akan tetapi pria cenderung lebih berpotensi mengalaminya. Terlebih lagi untuk rentang usia 30 sampai 50 tahun. Pada biasanya wanita saat memasuki masa menopause lebih berpeluang adanya serangan penyakit asam urat. Pada dasarnya, menurut penjelasan Lifepack, asam urat tersebut dihasilkan oleh tubuh secara alami dalam mengurai zat purin dalam makanan.

baca: Obat Asam Urat yang Manjur

Secara normal, kondisi asam urat yang tidak terpakai secara langsung akan dibuang oleh tubuh yaitu melalui feses atau melalui urine. Apabila produksi asam urat lebih banyak, sedangkan ginjal tidak dapat membuangnya ,maka hal ini dapat menimbulkan bahaya yang lebih fatal. Sementara kadar asam urat yang tinggi didalam darah bisa menimbulkan adanya pembentukan kristal padat pada bagian sendi.

Bahaya Asam Urat yang Tidak Segera ditangani 

Kristal padat yang dibiarkan begitu saja pada akhirnya seringkali menimbulkan adanya peradangan maupun penyakit asam urat. Apabila kondisi seperti ini tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, maka kristal padat bisa menimbulkan berbagai jenis penyakit. Bahkan kondisi yang membahayakan tubuh, misalnya saja adanya penyakit ginjal bahkan hingga kerusakan bagian sendi.

Ternyata tidak hanya itu saja, karena masih ada bahaya lain yang ditimbulkan apabila kondisi asam urat tidak segera diobati. Diantaranya seperti berikut ini:

  1. Batu Ginjal

Kondisi asam urat yang tidak segera mendapatkan pengobatan maka dapat memunculkan batu ginjal. Batu ginjal tersebut bisa saja muncul akibat asam urat yang menumpuk. Penumpukan batu inilah yang seringkali mengganggu fungsi dari ginjal. Sehingga pada akhirnya menimbulkan penyakit gagal ginjal.

  1. Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner juga tidak terlepas dari yang namanya asam urat. Penyumbatan kristal pada asam urat yang tidak segera mendapatkan penanganan akan berpengaruh terhadap Pembuluh darah yang akan dibawa oleh darah. Sehingga penderita asam urat bisa berpeluang mengalami penyakit jantung koroner.

  1. Tophi

Kondisi tophi ini yaitu kondisi adanya penumpukan kristal padat yang terdapat pada bagian kulit bawah yang pada akhirnya membentuk benjolan kecil yang berwarna putih. Di dalam tophi ini dapat ditemukan cairan berbentuk seperti pasta gigi. Pada biasanya cairan ini muncul pada area lengan, ibu jari, kaki jari, tangan, telinga, tumit, lutut, maupun pada sepanjang pergelangan kaki atau punggung kaki.

Kondisi seperti ini dapat menimbulkan rasa yang menyakitkan. Terlebih lagi apabila tophi sudah membengkak dan meradang. Pada biasanya penderita akan mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

  1. Kerusakan Bagian Sendi

Bagian sendi akan mengalami kerusakan apabila kadar asam urat dalam darah tidak lagi terkontrol. Kerusakan tersebut bisa saja terjadi secara permanen dan hal ini bisa muncul setelah penderita mengalami tophi. Pada bagian sendi yang berada dalam kondisi seperti ini dianggap sebagai kondisi yang sangat serius. Sebab itu dokter selalu menyarankan untuk melakukan prosedur operasi supaya dapat mengganti sekaligus memperbaiki sendi yang rusak.

  1. Diabetes

Kondisi asam urat yang tidak segera ditangani dengan baik maka beresiko terhadap penyakit diabetes. Kadar asam urat yang tinggi bisa saja meningkatkan diabetes sampai dengan 20%. Sebab itu jika sekiranya Anda mempunyai riwayat diabetes, jangan pernah menunda untuk segera mengobatinya.

Demi melakukan pencegahan adanya komplikasi yang ditimbulkan dari penyakit asam urat, maka disarankan bagi Anda untuk segera melakukan pengobatan. Silahkan berkonsultasi ke dokter mengenai pengobatan yang tepat dilakukan supaya meminimalisir agar tidak terjadinya penyakit yang lain.