Categories
Penyakit Tips

Kenali Ciri-ciri Penyakit Vertigo, Penyebab, dan Bahayanya bagi Tubuh

Vertigo ditandai dengan sakit kepala yang hebat dan terasa berputar. Ketika seseorang mengalami vertigo, maka orang tersebut akan sangat merasa pusing hingga tak mampu melakukan apapun. Ada dua jenis penyakit vertigo yaitu vertigo perifer dan vertigo sentral. Apakah perbedaannya? Vertigo perifer disebabkan oleh masalah pada telinga bagian dalam, organ kecil yang berkomunikasi dengan otak untuk mengontrol keseimbangan, obat-obatan tertentu, dan cidera kepala.

Sedangkan, vertigo sentral diakibatkan oleh masalah pada cerebellum atau bagian yang mentransmisikan pesan antara cerebellum dan sumsum tulang belakang. Faktanya, tidak semua orang sadar jika dirinya mengalami sakit vertigo. Mirisnya, tak sedikit yang mengabaikan penyakit ini. Padahal, jika dibiarkan, akan ada bahaya yang mengintai. Oleh karena tiu, sebelum beranjak kian parah, yuk kita kenali ciri-ciri dari penyakit vertigo ini!

Ciri-ciri Penyakit Vertigo

Gejala utama dari penyakit vertigo adalah pusing, sensasi kepala yang berputar, dan kehilangan keseimbangan. Selain itu, gejala lainnya yaitu mual dan muntah, berkeringat hingga pingsan, tinnitus dan hilangnya pendengaran, hingga sensasi merasa akan terjatuh. Ciri-ciri vertigo tersebut biasanya akan hilang timbul selama beberapa menit, jam, hingga hari. Namun, jika gejala vertigo menjadi lebih parah, seperti anggota tubuh terasa lemah, penglihatan terbayang, kesulitan bicara, pergerakan mata tidak normal, penurunan kesadaran, respon melambat, kesulitan berjalan, dan demam, maka segera periksakan diri ke dokter.

Penyebab Vertigo

Secara umum, penyakit vertigo disebabkan oleh beragam kondisi, diantaranya diabetes, migrain, stroke, penyakit Parkinson, dan tumor otak. Namun, vertigo ini juga akan lebih berisiko terjadi pada seseorang yang memiliki kebiasaan merokok maupun mengonsumsi minuman alkohol. Vertigo juga bisa disebabkan oleh trauma dalam telinga serta suplai darah ke batang otak dan otak kecil yang menurun. Jika tidak segera ditangani, vertigo dapat menyebabkan penyakit lain yang lebih serius.

Bahaya Vertigo bagi Tubuh

Beberapa masalah kesehatan yang timbul akibat vertigo adalah sebagai berikut.

Kehilangan Pendengaran

Pada kasus yang masih ringan, vertigo mengganggu pendengaran seperti telinga berdenging. Namun, jika sudah parah, seseorang yang mengalami sakit vertigo bisa saja kehilangan pendengarannya. Bagaimana bisa? Hal ini dikarenakan beberapa penyebab vertigo seperti penyakit Meiere dan Labirinitis dapat mengakibatkan Anda kehilangan pendengaran. 

Pertanda Penyakit Stroke 

Jika penyakit vertigo Anda tidak kunjung sembuh atau malah sering kambuh, disertai gejala lain seperti kelemahan pada satu sisi tubuh atau kesulitan mengontrol gerakan, maka vertigo bisa jadi pertanda dari gangguan pada sistem saraf yaitu stroke.

Mengganggu Aktivitas Sehari-hari

Ketika sudah kronis, maka vertigo akan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari Anda. Sebab, ketika kambuh, Anda akan kesulitan untuk berdiri dan berjalan hingga harus membatasi aktivitas dan pekerjaan Anda.

Kehilangan Keseimbangan

Saat vertigo menyerang, maka seseorang akan kesulitan dalam mengendalikan keseimbangan tubuhnya. Akibatnya, tubuh bisa terjatuh dan mengalami cidera.

Jika diperhatikan, maka bahaya vertigo memang tidak bisa dianggap remeh. Sila lakukan pemeriksaan rutin ke dokter guna penanganan yang lebih intensif. Selain itu, Anda harus mengontrol asupan garam guna mengurangi gejala vertigo pada penyakit Meniere. Konsumsi pula jahe, buah citrus, bawang putih, bayam, dan paprika untuk meringankan beberapa gejala vertigo atau mencegah kambuhnya vertigo.

Selain itu, beberapa upaya pencegahan supaya vertigo tidak kambuh seperti tidur dengan posisi kepala lebih tinggi, duduk diam sejenak setelah bangun tidur, menggerakkan kepala perlahan, dan hindari posisi membungkuk.

Categories
Kesehatan Tips

Vertigo: Penyebab Hingga Cara Pengobatannya

Vertigo adalah salah satu masalah yang sering dialami oleh mereka yang berusia dewasa. Gangguan ini terjadi pada area kepala yang bisa membuat penderitanya merasa pusing hingga berputar-putar. Bahkan pada kejadian yang lebih parah, vertigo bisa menyebabkan penderitanya kehilangan keseimbangan dan kesadaran. 

Gejala Gangguan Vertigo

Gejala utama dari vertigo adalah gangguan pada area kepala yang membuat penderitanya merasa pusing hingga seolah berputar. Pada kasus yang lebih parah, vertigo akan disertai oleh gejala lainnya seperti berikut ini:

1. Sulit untuk menyampaikan kata-kata atau berbicara

2. Kesadaran menurun hingga menyebabkan penderita tidak dapat berdiri tegak atau bahkan hilang kesadaran total. Vertigo juga bisa menyebabkan penderitanya kehilangan kemampuan pendengaran

3. Pelemahan pada anggota tubuh. Tubuh akan mengeluarkan keringat berlebih.

4. Tidak mampu melihat sekeliling dengan jelas karena penglihatan seolah berbayang

5. Penderita merasa mual bahkan hingga muntah karena faktor penglihatan yang seolah berputar di sekitarnya. Pada kasus tertentu penderita mungkin akan merasakan demam.

baca juga: Cara Mengatasi Asam Urat

Penyebab Gangguan Vertigo

Gangguan vertigo dapat muncul karena adanya masalah keseimbangan pada telinga bagian dalam maupun gangguan yang terjadi pada sistem saraf pusat. Kondisi ketidakseimbangan dan juga gangguan pada sistem saraf pusat dapat muncul karena beberapa penyebab berikut ini:

1. Cholesteatoma

Kulit yang merupakan non – kanker ini tumbuh di bagian telinga tengah disebabkan oleh adanya infeksi yang terjadi secara berulnag. Beberapa kulit non-kanker ini juga bisa muncul pada bagian belakang organ gendang telinga yang menyebabkan kerusakan pada struktur tulang telinga di bagian tengah. Kerusakan struktur tulang bisa menyebabkan pusing hingga gangguan pada pendengaran.

2. Labirinitis

Labirinitis muncul dari infeksi yang timbul di labirin telinga dalam hingga menyebabkan radang pada saraf vestibulocochlear. Akibat radang pada saraf vestibulocochlear dapat menyebabkan gangguan kemampuan otak dalam menggerakkan kepala atau mengenali suara. 

3. Penyakit Meniere

Mereka yang berusia 40 hingga 60 tahun memiliki risiko tinggi terjadinya meniere. Penyakit meniere merupakan gangguan berupa cairan yang menumpuk pada telinga bagian dalam. Kondisi ini kemungkinan besar terjadi karena adanya virus, hingga pembuluh darah menyempit. 

Pencegahan Gangguan Vertigo yang Tiba-tiba Muncul

Apabila Anda sering mengalami gangguan vertigo, ada baiknya Anda segera mengunjungi dokter. Meski begitu, ada beberapa cara pencegahan sederhana yang bisa dilakukan oleh Anda secara mudah dari rumah. 

1. Cara Tidur

Untuk menurunkan kemungkinan timbulnya vertigo, Anda bisa merubah cara tidur Anda. Sebaiknya posisikan kepala lebih tinggi ketimbang tubuh dan juga kaki. Tidur dengan memposisikan kepala lebih tinggi akan membuat aliran darah lebih lancar ke kepala dengan membawa oksigen segar. 

2. Jangan Membungkuk

Hindari memposisikan tubuh dalam gerakan membungkuk karena justru akan menyebabkan masalah vertigo semakin parah. Kebiasaan membungkuk akan membuat risiko vertigo kambuh lebih besar. 

3. Jangan Langsung Terbangun dari Tidur

Ketika bangun tidur di pagi hari, jangan langsung membawa tubuh untuk berdiri secara tiba-tiba. Bawa tubuh dalam posisi duduk secara perlahan terlebih dulu ketika bangun tidur baru kemudian berdiri.

4. Jangan Menggerakkan Kepala Secara Mendadak

Kebiasaan menolehkan kepala secara tiba-tiba dapat meningkatkan risiko timbulnya vertigo. Pada beberapa kasus, vertigo bahkan akan muncul seketika orang tersebut menolehkan kepalanya mendadak. Usahakan untuk menolehkan atau menggerakkan kepala secara perlahan untuk menghindari timbulnya vertigo. 

Meski pada beberapa kasus vertigo dapat menghilang secara perlahan dengan sendirinya, namun gangguan ini tetap tidak boleh dianggap remeh. Apabila frekuensi munculnya vertigo semakin sering, segera konsultasikan diri ke dokter.

Categories
Kesehatan Tips

Cara Mudah Mengatasi Asam Urat Agar Tidak Kambuh Lagi

Asam urat memang bukan menjadi penyakit yang mematikan, akan tetapi asam urat menjadi penyakit yang harus diwaspadai. Apabila penyakit asam urat tidak segera ditangani tentunya dapat menimbulkan komplikasi penyakit yang lainnya. Ternyata asam urat tidak hanya menyerang pada usia tua atau lansia saja. Akan tetapi untuk anak muda pun juga bisa mengalaminya. 

Baca: Coba 3 Obat Asam Urat Ini

Penderita yang mengalami asam urat seringkali merasakan nyeri di bagian tubuh tertentu. Bahkan bisa menimbulkan pembengkakan pada bagian sendi. Rasa nyeri yang ditimbulkan itulah yang membuat para penderitanya seringkali merasakan ketidaknyamanan ketika melakukan berbagai aktivitas. Terlebih lagi ketika gejala asam urat tersebut mulai kambuh.

Cara Agar Asam Urat Tidak Lagi Kambuh 

Penyakit asam urat memang tidak dapat disembuhkan secara total. Akan tetapi gejala nyeri dan rasa sakit yang ditimbulkan bisa dikendalikan. Untuk mengendalikannya membutuhkan beberapa tips yang perlu Anda ikuti seperti berikut ini:

  1. Pengobatan Secara Medis

Pengobatan asam urat bisa dilakukan dengan dua cara yaitu melalui medis, bisa juga dengan menggunakan bahan alami. Proses pengobatan secara medis ini akan dilakukan dengan cara memberikan obat-obatan tertentu yang dapat meringankan gejalanya sekaligus mencegah penyakit asam urat kambuh lagi. Ada banyak jenis obat yang akan di resepkan dokter kepada penderita asam urat.

Misalnya saja seperti obat antiinflamasi non steroid (OAINS) dan colchicine. Selain mendapatkan resep obat dari dokter, penderita pun juga bisa menemukan jenis obat asam urat melalui Apotek tanpa harus menebus resep dokter. Akan tetapi Anda harus mengetahui dosis yang terdapat pada obat tersebut.

  1. Pengobatan Secara Alami

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan ketika Anda ingin mengobati penyakit asam urat dengan cara alami, misalnya seperti berikut:

  • Mengkonsumsi Air Lemon

Kandungan air lemon memiliki asam sitrat yang dapat mengusir asam lemak dari dalam tubuh. Sebab itulah mengapa penderita asam urat selalu dianjurkan untuk secara rutin mengkonsumsi air lemon, paling tidak dua kali dalam sehari. Kandungan vitamin C yang terdapat pada lemon juga dapat meminimalisir kekambuhan dari asam urat.

  • Sayur dan Buah dengan Kandungan Antioksidan

Penderita penyakit asam urat disarankan untuk lebih banyak mengkonsumsi sayuran maupun buah-buahan yang mempunyai kandungan antioksidan. Misalnya saja seperti buah Berry. Buah yang satu ini mempunyai kandungan berupa flavonoid yang dapat mengatasi adanya kram maupun peradangan yang seringkali ditimbulkan karena penyakit asam urat.

  • Mengkonsumsi Banyak Air Putih

Air putih tidak hanya dipercaya sebagai membantu kinerja ginjal dalam mengeliminasi asam urat saja. Akan tetapi penderita yang seringkali mengeluhkan rasa nyeri akibat asam urat juga bisa diatasi jika mengkonsumsi air putih yang cukup. Melalui air putih inilah yang dapat membuang zat di dalam tubuh yang tidak terpakai. Selain itu air putih juga dapat melancarkan pembuangan asam urat di dalam tubuh yang sudah menumpuk.

  • Hindari Stres

Peradangan yang terjadi bisa saja meningkatkan asam urat yang terdapat di dalam tubuh. Hal ini seringkali ditimbulkan karena penderita merasa stres. Kondisi inilah yang seringkali membuat kualitas hidup penderita berada dalam kondisi buruk. Apabila Anda ingin mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan akibat gejala asam urat, maka disarankan untuk menghindari pikiran yang stres.

Beberapa cara yang ada di atas bisa Anda ikuti supaya asam urat yang Anda rasakan tidak lagi kambuh. Untuk mengatasi rasa sakit dan nyeri yang ditimbulkan asam urat tidak hanya bisa menggunakan bantuan medis saja. Akan tetapi masih ada cara lain sederhana yang bisa Anda coba, termasuk beberapa cara alami yang ada di atas.

Categories
Penyakit Tips

Wahai Wanita Hindari 6 Kebiasaan Ini Supaya Terhindar Dari Kanker Serviks

Wanita yang menderita kanker serviks seringkali tidak dapat diselamatkan karena penanganan yang terlambat. Banyak orang yang mengetahui bahwa kanker serviks disebabkan karena adanya virus HPV atau Human Papilloma Virus. Akan tetapi banyak orang yang tidak memahami ternyata kanker serviks tidak hanya bersumber dari virus HPV saja. 

Baca juga: Waspadai Bahaya Asam Urat

Kanker serviks tidak hanya disebabkan karena adanya virus HPV saja. Ada beberapa faktor lain yang menimbulkan penyakit kanker tersebut. Bagi wanita wajib mengetahui mengenai apa saja kebiasaan buruk yang sebaiknya dihindari supaya kanker serviks tidak menimpa Anda.

Kebiasaan Buruk yang Memicu Penyakit Kanker Serviks

Berbagai jenis penyakit memang bisa saja bersarang di tubuh siapapun, baik itu wanita atau pun pria. Akan tetapi wanita lebih berpeluang terhadap berbagai jenis penyakit, salah satunya yaitu kanker serviks. Penanganan yang tidak tepat dapat menimbulkan kematian, karena jenis kanker merupakan penyakit yang tidak boleh disepelekan. 

Berikut ini kebiasaan buruk yang memicu adanya penyakit kanker serviks, di antaranya:

  1. Sering Berganti Pasangan

Penyebaran virus HIV dapat terjadi dengan mudah melalui hubungan seksual. Apabila Anda terlalu sering berganti pasangan, maka hal ini lebih berisiko besar adanya serangan penyakit kanker serviks. Sebab itu Anda harus berhati-hati ketika memilih pasangan, karena apabila pasangan Anda menderita penyakit HPV maka Andapun juga beresiko tertular.

  1. Merokok

Kandungan zat yang terdapat di dalam rokok bisa merusak DNA sel-sel pada bagian serviks.  Bagi wanita yang memiliki kebiasaan merokok cenderung mempunyai resiko yang lebih besar terhadap serangan kanker serviks. Rokok mempunyai kandungan zat bersifat karsinogenik yang mana zat tersebut dapat menjadikan aktivitas dari virus HIV mengalami peningkatan dalam melawan virus HPV tersebut.

  1. Hubungan Seks Usia Dini

Saat usia dini wanita mempunyai organ reproduksi yang belum berkembang secara sempurna. Oleh karena itu apabila wanita melakukan hubungan seks pada usia dini lebih beresiko adanya kanker serviks. Terlebih lagi apabila wanita tersebut melakukan hubungan seks dibawah 17 tahun. Penting sekali pelajaran mengenai seks sejak dini supaya wanita tidak salah dalam memilih pergaulan.

  1. Penggunaan Pil KB

Pil KB memang dijadikan salah satu cara untuk mengontrol kehamilan. Apabila pil KB digunakan dalam jangka yang panjang, tentunya dapat memicu adanya kanker serviks. Salah satu alasannya yaitu pil KB yang dikonsumsi dalam jangka waktu panjang berpengaruh terhadap kesehatan dari leher rahim. Sehingga resiko kanker serviks yang dialami oleh wanita lebih besar. Untuk mencegah kehamilan, sebaiknya wanita lebih bijak dalam melakukan pemilihan alat kontrasepsi.

  1. Adanya Faktor Genetik

Peluang penyakit kanker serviks dapat terjadi dua kali lipat bagi diri seseorang yang mempunyai faktor genetik. Apabila keluarganya ada yang menderita penyakit kanker serviks, maka hal ini berkemungkinan anggota keluarga lain dapat mengalami hal yang sama. Salah satu alasannya yaitu karena adanya kesamaan bagian sistem imun serta daya tahan tubuhnya.

  1. Kurangnya Kebersihan

Pencegahan kanker serviks dapat dilakukan apabila wanita selalu menjaga kebersihan, terutama pada bagian organ intim dan pakaian dalam. Anda selalu disarankan untuk rutin mengganti pakaian dalam untuk memastikan bahwa pakaian dalam tetap berada dalam kondisi yang bersih. Saat menstruasi juga harus sering mengganti pembalut. Jangan sampai terdapat tumpukan bakteri di area kewanitaan.

Penyakit kanker serviks memang bukanlah penyakit yang ringan. Anda tidak boleh menyepelekannya. Jika sudah mengetahui beberapa kebiasaan buruk yang dapat memicu penyakit kanker serviks, maka Anda sebagai wanita harus lebih berhati-hati supaya tidak beresiko terserang penyakit mematikan ini.