Categories
Kesehatan

Emotional Eating Adalah Kegiatan Pengendalian Emosi yang Salah

Emotional Eating Adalah

Makan adalah salah satu aktivitas dasar yang perlu dilakukan oleh setiap manusia yang ada. Pada dasarnya, makan harusnya menjadi aktivitas untuk bertahan hidup dan juga karena kebutuhan. Tetapi ada aktivitas aneh yakni dimana makan menjadi aktivitas untuk menghilangkan stress dan merasa baikan. Emotional eating adalah sebutan untuk aktivitas tersebut.

Apa Sih Emotional Eating itu?

Tidak semua orang makan hanya untuk memenuhi rasa lapar yang menyerang secara fisik. Beberapa orang juga mungkin menjadikan makanan untuk menciptakan perasaan nyaman, sebagai hadiah, ataupun pelepas stress. Mayoritas makanan yang dikonsumsi adalah makanan yang tidak sehat entah itu makanan manis, junk food, dan sebagainya.

Contoh konkritnya adalah ketika Anda merasakan mendapat hari yang buruk karena satu hal di luar sana. Membeli satu bungkus es krim ataupun pizza menjadi kegiatan yang bisa mengembalikan mood. Atau ketika merasa sendirian, makanan cepat saji biasanya menjadi pilihan karena tidak ingin berlama-lama di tempat makan.

Singkatnya, emotional eating adalah kegiatan yang menjadikan makanan dan aktivitas makan untuk membuat perasaan menjadi lebih baik. Memenuhi kebutuhan emosi lebih menjadi prioritas dibandingkan memenuhi kebutuhan perut. Sayangnya, aktivitas ini bukannya bisa membantu malah seringkali membuat merasa cemas karena makan berlebihan.

Lingkaran Siklus Emotional Eating

Pada dasarnya, menjadikan makanan sebagai hadiah untuk diri sendiri saat merayakan sesuatu bukanlah hal buruk. Masalahnya muncul ketika makan sudah menjadi coping mechanism sebagai respon alam bawah sadar menghadapi masalah. Mungkin di awal ini terjadi ketika membuka kulkas saat merasa sendirian lalu memakan apa yang ada di sana.

Siklus dari emotional eating adalah ketika terjadi suatu masalah kemudian merasa perlu untuk makan, makan lebih banyak, lalu merasa bersalah. Siklus tersebut terjadi setiap kali suatu masalah datang dan membuat Anda kecewa hingga tidak pernah lepas dari lingkaran itu.

Makan tidak bisa menghilangkan perasaan tidak nyaman meskipun memang akan terasa mereda dalam jangka pendek. Perasaan yang mengganggu akan tetap berada di sana hingga muncul lagi perasaan buruk karena konsumsi kalori berlebih.

Masalah akan tampak lebih parah ketika tidak ada lagi cara yang Anda pikir berhasil untuk mengatasi perasaan mengganggu selain makan. Semakin lama, akan muncul masalah dari sisi berat badan dan perasaan tidak berdaya untuk menghadapi masalah yang ada.

Mencoba Mengatasi Emotional Eating

Usaha untuk lepas dari aktivitas emotional eating ini mungkin tidak akan mudah tetapi masih ada caranya. Di awal, mungkin semuanya akan terasa sulit tetapi perlu diusahakan meskipun memang butuh waktu cukup panjang. Inti dari kegiatan ini sebenarnya ada pada mengalihkan perasaan ingin makan dengan aktivitas lainnya yang tidak buruk.

Coba mulai dengan ketika merasa sendirian atau tertekan, telpon seseorang yang bisa mendengarkan atau bermain dengan binatang peliharaan. Ketika merasa gelisah karena suatu hal yang belum pasti terjadi, cobalah untuk mendengarkan lagu favorit atau meremas kertas.

Jika merasa lelah, secangkir teh hangat dan mandi dengan air hangat mungkin bisa meredakan sedikit perasaan lelah. Sesekali mungkin perasaan bosan akan menyerang dan coba alihkan keinginan untuk makan dengan membaca buku atau berjalan ke luar.

Kegiatan emotional eating adalah salah satu bentuk aktivitas yang secara tidak sadar terbentuk di beberapa orang. Memang, ini adalah hal wajar sampai suatu saat nanti ketika sudah sadar maka terlambat. Memperhatikan pola makan dan kalori yang masuk, bahkan menambahkan suplemen benar-benar diperlukan untuk kesehatan.

Ingin tahu tips dan trik seputar kesehatan lainnya? Simak selengkapnya hanya di Ngovee. Unduh aplikasi Jovee melalui Google Play Store maupun App Store untuk mendapatkan rekomendasi suplemen. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *