Categories
Penyakit

Apa Penyebab Penyakit Bronkitis? Ini Dia Penjelasannya

Apa Penyebab Penyakit Bronkitis

Jika Anda sering mengalami batuk yang disertai dengan lendir, serta sudah berlangsung lebih dari dua minggu. Sebaiknya Anda perlu waspada dan melakukan pemeriksaan ke dokter. Sebab, ada kemungkinan Anda mengalami penyakit bronkitis. Agar kondisi tersebut tidak semakin parah, sebaiknya kenali apa penyebab penyakit bronkitis dan bagaimana upaya untuk mencegahnya.

Pengertian Bronkitis

Bronkitis adalah infeksi yang mempengaruhi saluran udara utama paru-paru, atau yang disebut bronkus. Akibatnya akan terjadi inflamasi atau peradangan pada paru-paru yang akan menimbulkan gangguan pernapasan. Penderita bronkitis biasanya mengalami batuk lendir yang sangat mengganggu.

Penyakit bronkitis sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu: Bronkitis akut dan bronkitis kronis. Bronkitis akut merupakan kondisi bronkitis yang cukup umum. Biasanya, jenis bronkitis ini berlangsung selama beberapa minggu (dua atau tiga minggu) dan kemudian hilang. Pasien yang paling sering terserang penyakit ini adalah anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Sedangkan, bronkitis kronis merupakan kondisi bronkitis yang lebih serius yang terjadi terus menerus atau berulang kali. Jenis bronkitis ini disebabkan oleh infeksi bronkial dan berlangsung setidaknya selama dua hingga tiga bulan dalam satu tahun dan dapat kambuh di tahun berikutnya. Bronkitis kronis umumnya sering dialami oleh orang dewasa diatas usia 40 tahun.

Gejala dari Bronkitis

Batuk adalah gejala umum dan paling mudah ditemukan pada penyakit ini. Batuk yang Anda alami bisa berupa batuk berdahak atau batuk kering. Dahak yang dikeluarkan pada penderita batuk berdahak umumnya bisa berwarna putih, hijau, atau kuning keabu-abuan. Selain itu, menderita penyakit ini juga bisa disertai gejala lain yaitu:

  • Demam
  • Sesak napas
  • Lemas
  • Sakit kepala
  • Hidung tersumbat
  • Sakit tenggorokan
  • Badan pegal dan nyeri

Selain batuk, gejala ini bisa mereda dalam waktu seminggu. Saat batuk, bisa berlangsung dari beberapa minggu hingga beberapa bulan. Oleh karena itu, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika gejala batuk terus berlangsung selama lebih dari 3 minggu. Pasalnya, gejala awal penyakit ini hampir mirip flu dan sulit dibedakan.

Penyebab Bronkitis

Setelah mengetahui gejalanya, lalu apa penyebab penyakit bronkitis? Bronkitis akut biasanya disebabkan oleh virus yang menyebabkan pilek dan flu. Infeksi paru-paru pada kebanyakan kasus bronkitis akut disebabkan oleh virus. Iritasi dan peradangan yang disebabkan oleh infeksi menyebabkan bronkus menghasilkan lebih banyak lendir.

Sedangkan bronkitis kronis biasanya disebabkan oleh kebiasaan merokok, baik pasif maupun aktif. Selain itu, udara yang terkontaminasi, debu, bahan kimia, atau gas beracun di lingkungan sekitar juga dapat berkontribusi pada timbulnya penyakit ini.

Ada zat dalam setiap hisapan rokok yang berpotensi merusak bulu-bulu halus di paru-paru yang disebut bulu siliaris. Seiring waktu, kandungan dalam rokok ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada bulu siliaris dan lapisan dinding bronkus.

Cara Mencegah Penyakit Bronkitis

Untuk mengurangi risiko terkena penyakit ini, Anda bisa melakukan hal berikut: Jangan merokok dan menjauhlah dari perokok pasif. Mendapatkan vaksinasi flu. Menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan. Serta mengenakan masker di lingkungan udara yang buruk.

Selain hal di atas, perlu diketahui bahwa ada beberapa faktor dengan resiko yang mungkin lebih rentan terhadap penyakit ini. Beberapa faktor tersebut diantaranya: Wanita yang merokok lebih berisiko dibandingkan pria, penderita asma, sistem kekebalan yang lemah, serta orang yang memiliki riwayat penyakit paru-paru.

Seperti itulah apa penyebab penyakit bronkitis dan bagaimana cara mencegahnya. Selain dengan menerapkan upaya tersebut. Anda juga bisa memulai untuk melakukan gaya hidup sehat agar terhindar dari penyakit bronkitis.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Categories
Penyakit

7 Pernyataan Tentang Penyakit Emfisema yang Perlu Diketahui

Penyakit Emfisema

Emfisema merupakan penyakit kronis yang disebabkan karena kerusakan kantong udara pada paru-paru. Seiring berjalannya waktu kerusakan kantong udara yang semakin parah akan membentuk kantong besar dan beberapa kantong kecil yang pecah. Kondisi ini menyebabkan kadar oksigen yang mencapai aliran darah menjadi berkurang. Nah iniĀ  beberapa hal penting yang perlu diketahui seputar penyakit emfisema.

1. Apakah Sesak Napas Bisa Didiagnosis Sebagai Emfisema?

Sebenarnya sesak nafas bukan hanya merupakan salah satu gejala emfisema saja. Dibutuhkan beberapa pemeriksaan khusus untuk mengetahui Apakah sesak nafas tersebut merupakan gejala emfisema atau tidak. Penyebab penyakit emfisema sendiri adalah kebiasaan merokok, polusi udara, usia tua, alfa 1 antitripsin defisiensi, dan faktor keturunan.

2. Apakah Semua Orang Berisiko Terkena Emfisema?

Pada dasarnya orang yang memiliki risiko terkena gangguan emfisema adalah mereka yang memiliki riwayat asma, perokok pasif maupun aktif, orang dewasa yang sudah berusia 40 hingga 60 tahun, dan orang yang sering terpapar polusi udara dalam ruangan. Jadi jika Anda mengalami beberapa gejala emfisema, jangan lupa untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

3. Apa Perbedaan COPD dan Emfisema?

Emfisema merupakan kondisi yang umumnya terkait dengan COPD, namun bukan merupakan penyakit itu sendiri. Gejala emfisema yang sering dialami antara lain seperti ketidakmampuan menghembuskan nafas dengan cepat dan sesak nafas. Penderitanya juga mengalami penurunan berat badan yang drastis mudah lelah jantung berdebar dan bibir maupun kuku menjadi biru.

4. Seperti Apa Tempat Tinggal yang Cocok Bagi Penderita Emfisema?

Tempat tinggal yang cocok bagi penderita emfisema adalah tempat tinggal dengan tingkat kebersihan udara yang baik. Selain itu, penderita emfisema juga tidak disarankan tinggal di daerah yang memiliki tingkat kelembaban tinggi, udara dingin, angin kencang dan suhu ekstrem. Pasalnya tempat tinggal semacam ini hanya akan memperburuk kondisi emfisema yang diderita.

5. Selain Sesak Nafas, Apa Saja Gejala Emfisema?

Tak hanya mengalami sesak nafas saja, penderita emfisema umumnya juga kesulitan bernafas atau bernafas pendek-pendek. Selain itu penderita emfisema juga mengalami batuk kering tanpa lendir, lemas atau lesu, hingga kehilangan berat badan secara drastis. Penting bagi Anda untuk mengetahui gejalanya agar bisa mendapat penanganan yang cepat dan tepat.

6. Apakah Pelatihan dan Olahraga Membantu Perawatan Emfisema? 

Meskipun rutin berolahraga baik untuk meningkatkan kinerja kardiovaskuler, namun penting juga bagi Anda untuk berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu mengenai program rehabilitasi paru-paru apa yang harus Anda lakukan. Nantinya dokter bisa menentukan pelatihan atau Olahraga apa yang tepat untuk Anda. Meski demikian perlu diingat jangan melakukannya secara berlebihan ya.

7. Pentingkah Penderita Emfisema Mengonsumsi Suplemen Kekebalan Tubuh?

Mengingat tingginya risiko infeksi yang disebabkan karena penumpukan cairan di dalam paru-paru, menjaga sistem kekebalan tubuh yang sehat merupakan kunci utama yang harus diperhatikan menuju ke hidup sehat. Penting juga bagi Anda untuk mendapatkan vitamin dan nutrisi yang tepat melalui makanan sebelum mengandalkan suplemen kekebalan tubuh tambahan.

Agar tetap bisa mendapatkan informasi seputar nutrisi yang tepat, penting bagi Anda untuk berdiskusi dengan dokter terlebih dahulu. Proses diskusi atau tanya jawab sekarang juga lebih mudah dilakukan melalui Lifepack. Bahkan Anda juga bisa membeli obat dengan lebih mudah tanpa harus mengantre.

Nah itu dia beberapa pernyataan penting yang perlu Anda ketahui seputar penyakit emfisema. Jika memiliki pertanyaan lain jangan sungkan untuk bertanya kepada dokter spesialis. Bahkan kini Anda juga bisa mendapatkan obat emfisema dengan lebih praktis dan mudah tanpa perlu keluar rumah melalui aplikasi Lifepack.

Download aplikasi Lifepack di Playstore dan Appstore, apotek online untuk tebus resep obat. Solusi berobat bebas antre.

Categories
Penyakit

Apa Sebenarnya Penyebab Tipes? Ini Penjelasan Lengkapnya

Penyebab Tipes

Keberadaan penyakit saat ini semakin marak terjadi terutama di lingkungan kumuh yang kebersihannya kurang.. Salah satu penyakit akibat infeksi bakteri yang banyak ditemui adalah tipes. Lalu apa sih sebenarnya penyebab tipes itu?

Mengenal Apa Itu Tipes

Tipes atau kerap dikenal dengan nama typhus adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau kuman riketsia. Penyakit ini bisa ditularkan oleh tungau atau kutu ketika mereka menggigit dan memasukkan mulutnya ke bawah bagian kulit. Hewan dari golongan arthropoda yang membawa bakteri penyebab tipes bisa membuat Anda terjangkit penyakit ini.

Ada tiga tipe dari tipes itu sendiri yakni epidemic, endemic, dan juga scrub tipes. Tipe tipes yang dialami bergantung pada apa yang menggigit Anda misal saja kutu maka nantinya tergolong tipe epidemic. Hal ini karena carrier dari tipes sendiri bisa berbeda-beda bergantung pada jenis artropodanya.

Gejala penyakit tipes seringkali muncul dalam kurun waktu 1-3 minggu setelah terjadi infeksi pertama. Beberapa gejala yang ditimbulkan berupa suhu tubuh yang tinggi, sakit kepala, tidak nafsu makan hingga bercak kemerahan pada kulit. Pada tahap serius, tipes bahkan bisa menyebabkan komplikasi serius seperti misalnya pendarahan di bagian usus.

Wabah Tipes di Dunia

Umumnya, tipes hanya menyebar di negara-negara berkembang saja seperti Indonesia, India, dan Afrika. Hal ini karena biasanya negara berkembang memiliki kualitas sanitasi yang masih tergolong buruk. Negara maju seperti Amerika Serikat mungkin menularkan tipes ketika sedang traveling tetapi memang presentasenya sangat rendah.

Penyakit tipes sebenarnya tidak begitu berbahaya jika tidak terjadi komplikasi dengan penyakit lain yang bisa muncul. Tapi jangan pernah meremehkan tipes karena keterlambatan pengobatan bisa menyebabkan resiko sangat fatal. Sangat penting untuk segera menemui tenaga kesehatan ketika mengalami gejala-gejala yang mencerminkan penyakit tipes.

Bakteri Penyebab Tipes

Penyakit tipes sendiri tergolong ke dalam penyakit yang tidak bisa ditularkan melalui manusia ke manusia lainnya melalui flu ataupun bersin. Tiga tipe tipes yang sudah diberikan tadi memang memiliki bakteri penyebab yang berbeda-beda dan ditransmisikan melalui arthropoda yang berbeda pula. Ini dia penjelasan lengkapnya:

1. Tipes Epidemic

Tipe tipes yang pertama ini disebabkan oleh bakteri Rickettsia prowazekii yang biasa dibawa oleh kutu tubuh ataupun kutu biasa. Penyebab tipes ini bisa ditemukan hampir di seluruh Indonesia terutama di tempat-tempat yang memiliki sanitasi dan kebersihan yang buruk. Jadi sangat penting untuk mengatur sanitasi yang baik serta menjaga kebersihan lingkungan ya!

2. Tipes Endemik

Penyakit tipes endemic biasa juga diketahui dengan nama tipes murine. Penyebab utama penyakit tipe ini disebabkan oleh bakteri yang sama, Rickettsia prowazekii tetapi dibawa oleh tikus atau kucing. Hampir seluruh dunia mengalami penyakit tipes endemic ini terutama di tempat yang manusianya mengalami kontak dengan tikus.

3. Tipes Scrub

Jenis tipes yang terakhir ini disebabkan oleh bakteri berbeda, yakni Orientia tsutsugamushi dan biasa dibawa oleh larva tungau. Jenis tipe ini sangat mudah ditemui di kawasan Asia Pasifik termasuk di dalamnya Indonesia sendiri. Kutu bisa menyebarkan penyakit ini dengan cara berbeda yakni melalui kotorannya serta gigitannya bahkan melalui luka kecil di badan.

Penyakit dan penyebab tipes sendiri sangat mudah ditemui dan memang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Menjaga kebersihan dan tetap memperhatikan hewan yang berpotensi bisa menjadi penting untuk dilakukan. Pastikan sistem sanitasi juga diperbaiki karena bakteri bisa bertahan melalui penyebaran urin orang yang menderitanya.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Categories
Obat

Dexamethasone Obat Apa Sih? Ini Penjelasannya

Dexamethasone Obat Apa

Upaya untuk menemukan vaksin dan juga obat untuk bisa mengatasi penyebaran virus Corona hingga saat ini terus diusahakan oleh berbagai negara. Beberapa bulan yang lalu, Dexamethasone menjadi buah bibir karena efektif untuk mengurangi resiko kematian akibat virus Corona. Benarkah demikian? Jika benar, sebenarnya Dexamethasone obat apa sih?

Apa Itu Dexamethasone?

WHO sempat merekomendasikan kalau obat Dexamethasone sangat bagus untuk penanganan virus Corona. Walaupun direkomendasikan, nyatanya, Dexamethasone tidak bisa menangkal virus Corona. Obat ini termasuk golongan Kortikosteroid yang bekerja mengurangi peradangan dan menurunkan sistem kekebalan tubuh.

Dexamethasone adalah obat yang sering digunakan untuk mengobati peradangan atau inflamasi, penyakit autoimun, dan juga reaksi alergi. Obat ini cukup banyak digunakan oleh penderita penyakit itu dan bisa dengan mudah ditemukan di apotek seluruh Indonesia.

Dexamethasone biasanya dikemas dengan dosis 0,5 mg. Obat anti inflamasi ini termasuk dalam kategori obat kortikosteroid. Arti kortikosteroid itu sendiri berarti bahwa ketika menggunakan obat golongan ini untuk jangka panjang atau lama, pengguna tidak dapat langsung berhenti menggunakannya.

Dalam kasus konsumsi jangka panjang, pengguna harus dapat mengurangi dosis secara bertahap. Hanya dengan begitu Anda akhirnya bisa berhenti menggunakan Dexamethasone sepenuhnya. Prosesnya pun harus diawasi oleh dokter agar tidak menimbulkan efek samping yang bisa membahayakan penggunanya.

Fungsi Dexamethasone

Obat ini mirip dengan hormon alami yang diproduksi oleh kelenjar adrenal. Dexamethasone sering digunakan untuk menggantikan bahan kimia ini ketika tubuh tidak cukup memproduksinya. Obat ini mengurangi peradangan. Secara umum, tablet Dexamethasone digunakan untuk mengobati peradangan, kondisi yang berkaitan dengan aktivitas kekebalan, dan defisiensi hormon.

Cara Kerja Dexamethasone

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Dexamethasone merupakan salah satu jenis obat kortikosteroid. Artinya obat ini merupakan kortikosteroid sintetis, yang juga mengandung kortisol dan aldosteron yang diproduksi secara alami oleh kelenjar adrenal. Hormon kortikosteroid ini berperan dalam mengatur respons tubuh terhadap peradangan.

Berkat Dexamethasone, peradangan akan berkurang, menghentikan sel memproduksi bahan kimia yang biasanya digunakan untuk merangsang kekebalan dan respons alergi. Dexamethasone juga menurunkan tingkat sel darah putih dalam sirkulasi darah sehingga dapat mengobati penyakit autoimun yang disebabkan oleh sistem kekebalan yang menyerang jaringan tubuh sendiri.

Perhatikan Hal ini Sebelum Mengkonsumsi Dexamethasone

Setelah mengetahui Dexamethasone obat apa, perhatikan hal berikut ini sebelum Mengkonsumsi Dexamethasone. Anda sangat disarankan untuk mendiskusikan kesehatan dan Mengkonsumsinya dengan dokter terlebih dahulu. Sebutkan masalah kesehatan, makanan, obat, atau alergi kimia yang mungkin terkandung dalam obat.

Penderita atau pasien yang memiliki rekam medis tuberkulosis, diabetes, herpes, infeksi jamur, penyakit jantung dan tekanan darah tinggi, serta penyakit organ dalam lainnya harus berhati-hati sebelum mengonsumsi Dexamethasone. Anda juga harus memeriksakan diri ke dokter sebelum minum obat ini ketika Anda akan divaksinasi karena kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi.

Efek samping Dexamethasone juga lebih mungkin terjadi pada lansia, terutama yang menderita osteoporosis. Hindari mengkonsumsi alkohol atau obat pereda nyeri lainnya tanpa anjuran dokter. Pasalnya, interaksi Dexamethasone dengan keduanya bisa menyebabkan pendarahan lambung.

Orang tua yang sudah lama meminum obat ini dan mempunyai anak sebaiknya memeriksakan anaknya secara rutin ke dokter. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan obat-obatan tersebut mempengaruhi perkembangan anak atau tidak.

Dan yang terakhir, Dexamethasone bisa menyebabkan sakit kepala dan pusing. Oleh sebab itu, setelah mengkonsumsi obat ini, jangan melakukan kegiatan atau aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi, seperti mengemudi mobil atau memegang alat berat.

Dengan mengetahui Dexamethasone obat apa. Jika Anda ingin mengkonsumsi obat tersebut ada baiknya untuk tetap berkonsultasi dengan dokter. Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Categories
Obat

4 Kegunaan Obat Domperidone, Bukan Hanya untuk Mual Saja

Kegunaan Obat Domperidone

Domperidone adalah obat antiemetik yang berguna untuk meredakan rasa mual, muntah, dan GERD. Pada dasarnya, domperidone bekerja dengan cara membuat proses pencernaan makanan di dalam lambung lebih cepat agar langsung berlanjut ke usus. Sehingga, rasa mual dapat dihentikan dengan cepat. Berikut adalah kegunaan obat domperidone lebih lengkapnya.

1. Mengatasi Mual dan Muntah

Kegunaan Utama dari obat yang satu ini adalah untuk mengatasi mual dan muntah. Biasanya, pada orang dewasa, mual dan muntah yang bisa diatasi oleh obat ini adalah mual dan muntah yang disebabkan karena kemoterapi dan migren. Sementara, pada anak-anak mual dan muntah yang disebabkan oleh radioterapi atau sitotoksik.

Jadi, jika Anda mengalaminya, Anda bisa mengkonsumsi obat ini sebagai penawar atau untuk meredakannya. Soal dosis, Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, agar bisa mendapatkan takaran yang tepat. Hal tersebut dikarenakan obat ini juga memiliki efek samping, apalagi jika dikonsumsi dengan dosis yang berlebihan.

2. Masalah Perut

Kegunaan obat domperidone yang kedua adalah untuk mengatasi masalah perut. Namun, bukan sembarang masalah perut yang bisa atasi, obat ini bisa mengatasi masalah perut yang diakibatkan karena keterlambatan dalam perut untuk melakukan pengosongan. Gejala yang menandakan gangguan perut ini adalah kram perut, perut kembung dan merasa cepat kenyang.

Ketidakmampuan perut dalam melakukan pengosongan biasanya terjadi karena adanya masalah atau gangguan dengan sinyal saraf yang ada di perut. Masalah ini, juga bisa disebabkan karena lambung mengalami kontraksi yang tidak normal dan bahkan tidak berkontraksi sama sekali. Jika, Anda mengalaminya, obat ini mungkin juga bisa menjadi solusinya.

3. Mengatasi Dispepsia

Masalah selanjutnya yang bisa diatasi dengan obat ini adalah dyspepsia. Secara definisi, dyspepsia merupakan kumpulan gejala yang ditandakan dengan rasa yang tidak nyaman pada bagian perut. Beberapa tandanya adalah perut terasa penuh, sakit perut, nyeri pada ulu hati dan kembung. Dispepsia bukanlah penyakit, melainkan suatu gejala yang mungkin akan menimbulkan penyakit.

Jadi, dispepsia adalah sekumpulan dari gejala yang muncul secara bersama dan terjadi pada bagian perut. Masalah ini juga bisa Anda atasi dengan memanfaatkan obat domperidone. Namun, tetap Anda harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter agar tidak salah diagnosis dan menimbulkan masalah yang lebih serius nantinya.

4. Masalah Esofagitis

Gangguan kesehatan lain yang bisa diatasi dengan obat domperidone adalah masalah esophagitis. Masalah ini didefinisikan sebagai gangguan peradangan pada lapisan kerongkongan. Penyakit ini akan menimbulkan rasa nyeri atau sakit saat Anda menelan makanan dan juga akan menimbulkan rasa peruh di dada.

Penyakit ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, penyebabnya yang paling utama adalah naiknya asam lambung ke kerongkongan. Hal ini bisa terjadi saat adanya gangguan pada katup yang memiliki fungsi penahan isi lambung agar tidak naik ke kerongkongan. Penyebabnya yang kedua adalah alergi pada makanan tertentu atau juga bisa disebabkan oleh lingkungan, seperti debu.

Jika Anda mengalami gangguan ini, salah satu solusinya adalah dengan menggunakan obat domperidone karena memang memiliki kandungan khusus untuk meredakan peradangan pada kerongkongan.

Itulah tadi beberapa kegunaan obat domperidone untuk mengatasi gangguan kesehatan, khususnya pada sistem pencernaan. Namun, Anda juga tidak boleh sembarangan dalam menggunakan obat ini, karena obat ini juga memiliki efek samping dan juga saat akan menggunakannya, pastikan telah sesuai dengan resep yang diberikan oleh dokter.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store

Categories
Obat

Dexamethasone Fungsi, Dosis, Cara Pakai dan Efek Samping

Dexamethasone fungsi

Dexamethasone merupakan salah satu obat yang masuk ke dalam golongan kortikosteroid dan hanya boleh digunakan atas resep dokter. Obat satu ini tersedia dalam bentuk tablet 0,5 mg, sirup, injeksi dan tetes mata. Berikut ini informasi mengenai dexamethasone fungsi, dosis, cara pakai dan efek sampingnya.

Fungsi Dexamethasone

Dexamethasone berfungsi untuk mengobati penyakit seperti arthritis, gangguan hormon atau darah atau sistem kekebalan tubuh, reaksi alergi, masalah kulit dan mata, masalah pernafasan, gangguan usus dan kanker tertentu. Obat ini juga digunakan sebagai tes untuk mengetahui gangguan adrenal.

Obat ini mengandung hormon kortikosteroid (glukokortikoid) yang bisa menyebabkan berkurang nya respons pertahanan alami tubuh dan mengurangi gejala seperti reaksi alergi dan pembengkakan. Selain itu, dexamethasone juga bisa digunakan untuk mencegah mual dan muntah akibat kemoterapi kanker.

Seperti halnya obat kortikosteroid yang lainnya, apabila mengonsumsi dexamethasone dalam jangka panjang Anda tidak boleh menghentikannya secara tiba-tiba. Biasanya dokter akan menurunkan dosis secara bertahap sebelum menghentikan obat ini.

Dosis Dexamethasone

Biasanya dokter akan meresepkan obat dexamethasone tergantung pada kondisi yang diderita pasien. Untuk sediaan tablet dan digunakan untuk mengatasi peradangan dan penyakit autoimun, dosis awal yang diberikan pada pasien dewasa adalah 0,5 sampai 9 gram per hari. Dan dosis maksimal adalah 1,5 gram per hari.

Sedangkan pada pasien anak-anak, dosis awal adalah 0,02 sampai 0,3 gram per kg berat badan per hari, dibagi menjadi 3 sampai 4 kali konsumsi. Dosis biasanya akan disesuaikan dengan tingkat keparahan pasien dan respon pasien.

Pada pasien dewasa dengan multiple sclerosis maka dosis awal yang diberikan adalah 30 mg per hari selama 1 minggu, dan 4 sampai 12 mg per hari selama 1 bulan. Dosis yang diberikan untuk mengobati radang mata pada dewasa adalah 1 tetes, 4 sampai 6 kali per hari. Sedangkan dosis dexamethason dalam bentuk injeksi akan ditentukan oleh dokter untuk pengobatan radang sendi.

Cara Pakai Dexamethasone

Minumlah obat ini sesuai dengan arahan dokter. Anda bisa mengonsumsinya bersama dengan makan atau susu untuk mencegah sakit perut. Anda juga bisa mengonsumsi dexamethasone dengan segelas penuh air. Apabila Anda mengonsumsi dalam sediaan cair, sebaiknya gunakan sendok obat.

Minumlah dexamethasone secara rutin sebelum jam 9 pagi. Biasanya dosis dan lamanya pengobatan akan didasarkan pada kondisi medis Anda. Jika ingin menghentikan pemakaian, dokter akan mengurangi dosis Anda secara perlahan-lahan untuk meminimalkan efek samping.

Minumlah secara teratur agar dexamethasone fungsi yang kita dapatkan optimal. Konsultasikan kepada dokter mengenai berapa lama Anda harus mengonsumsi dexamethasone, dan jangan pernah berhenti tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Efek Samping Dexamethasone

Dexamethasone dapat menimbulkan beberapa efek samping. Namun, tidak semua yang mengonsumsi dexamethasone akan merasakan efek samping. Apabila Anda merasa memiliki beberapa efek samping di bawah ini, Anda bisa berkonsultasi kepada dokter.

  • sakit perut
  • muntah
  • sakit kepala
  • insomnia
  • mudah memar
  • kelemahan otot
  • gelisah
  • peningkatan pertumbuhan rambut
  • gangguan penglihatan
  • nyeri otot
  • bengkak pada wajah atau pergelangan kaki
  • ruam kulit
  • keringat berlebih

Penggunaan obat ini dalam jangka panjang juga dapat menimbulkan beberapa efek samping yang serius seperti moon face ( wajah membulat seperti bulan), rentan terhadap infeksi, dan peningkatan gula darah. Maka dari itu, lebih baik Anda mengurangi interaksi dengan orang yang sedang mengalami infeksi atau orang yang baru saja melakukan vaksin.

Itulah beberapa informasi mengenai dexamethasone fungsi, dosis, cara pemakaian dan efek samping. Pastikan Anda tidak mengonsumsi obat ini secara sembarangan. Selalu konsultasikan dengan dokter apabila Anda mengonsumsi obat ini.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Categories
Uncategorized

Dosis Domperidon Anak yang Benar dan Kegunaannya

Dosis Dopmperidon Anak
dosis obat omeprazole

Domperidon merupakan obat golongan antiemetik. Obat ini bisa digunakan untuk orang dewasa dan juga anak-anak dengan dosis yang berbeda. Anda harus memberikan dosis domperidon anak yang benar agar tidak mengalami masalah atau efek samping yang buruk. Berikut ini dosis pemberian obat yang benar dan kegunaannya untuk berbagai jenis masalah kesehatan.

Dosis yang Benar

Domperidon untuk anak diberikan dengan dosis yang tepat agar bisa mengobati sesuai kondisi penyakitnya. Dosis untuk anak dengan gangguan pencernaan atau disebut dyspepsia adalah 3 x sehari 0.25 mg/kg. Berbeda dengan dosis untuk BB Mual dan muntah 3 sampai 4 x sehari 0.25-0.5 mg/kg BB.

Pemberiannya dilakukan 15 sampai 30 menit sebelum makan dan sebelum tidur malam. Jangan sampai Anda salah memberikan dosis. Lihat baik-baik ketentuannya di bagian kemasan obat. Pemberian domperidon juga bisa dilakukan sesuai berat badan anak.

Jika berat badan anak dari  15 sampai 35 kg Anda bisa memberikan domperidon oral yang dosis 250 mcg/kgBB, 1-3 kali sehari. Berbeda lagi jika yang diberikan domperidon suppositoria dosisnya adalah 750 mcg/kgBB sebanyak 2 kali sehari. Jika berat badan anak Anda > 35 kg domperidon oral diberikan dengan dosis 10 mg sebanyak tiga kali sehari.

Bisa juga memberikan domperidon suppositoria dosisnya 30 mg sebanyak dua kali sehari. Berbeda lagi dosisnya untuk masalah gangguan motilitas saluran cerna yaitu diberikan secara oral dengan dosis 10 mg sebanyak tiga kali sehari. Obat domperidon ini dikonsumsi dengan cara ditelan jangan digerus atau pun dikunyah.

Kegunaan Obat

Mual dan Muntah

Anak-anak sering sekali mengalami masalah mual dan muntah yang disebabkan oleh banyak hal. Ini terjadi karena adanya gangguan di saluran pencernaannya. Domperidon bisa diberikan untuk mengatasi masalah ini. Dosis domperidon anak tentunya harus sesuai agar obat bisa bekerja dengan baik.

Penyakit Parkinson

Domperidon juga bisa digunakan untuk mengobati anak yang memiliki gejala penyakit parkinson. Sebuah jenis penyakit karena adanya gangguan progresif di bagian sistem saraf, sehingga mempengaruhi kemampuan bergerak dari pengidapnya.

Asal muasal penyakit ini diketahui dengan adanya tremor kecil pada bagian tangan. Lalu anak akan mengalami otot yang kaku seperti susah menggerakkan tangan atau kakinya. Kondisi ini akan semakin parah dari hari ke hari.  

Dispepsia Non-Ulkus

Dispepsia merupakan sebuah masalah yang berkaitan dengan saluran pencernaan terutama bagian atas. Hanya saja dyspepsia non ulkus artinya saat dilakukan pemeriksaan lanjutan tidak ada kelainan organik pada sistem pencernaan atau tidak adanya masalah fungsional.

Dispepsia non-ulkus di mana Anda mengalami keluhan rasa tidak enak pada abdomen atas, dan mengalami kembung atau penumpukkan gas. Keluhan lainnya cepat merasa kenyang atau mengalami nyeri di malam hari. Domperidon bisa digunakan untuk mengatasi masalah ini secara perlahan.

Masalah Lambung

Lambung yang merupakan bagian dari organ pencernaan bisa mengalami masalah, sehingga mengganggu proses pencernaan. Anak bisa mengalami sakit perut jika lambung tidak bekerja dengan baik. Domperidon bisa digunakan untuk meningkatkan pergerakan atau kontraksi lambung dan usus, sehingga tidak mengalami masalah lagi saat mencerna makanan.

Anda bisa melakukan konsultasi dengan dokter jika masih ragu dengan dosis domperidon anak yang sesuai masalah kesehatannya. Konsultasi bisa Anda lakukan disitus online yang terpercaya. Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store.

Categories
Kesehatan

Apa Itu Glucosamine? Ini Penjelasan Lengkapnya

Apa Itu Glucosamine

Apa itu glucosamine? Glucosamine jenis gula alami yang dibutuhkan tubuh untuk membuat tulang rawan baru. Ada banyak sekali produk dengan kandungan glucosamine yang dijual. Di mana obat ini termasuk dalam jenis vitamin atau suplemen makanan. Berikut ini penjelasan lengkap tentang glucosamine dari segi manfaat dan lainnya.

Manfaat Glucosamine

1. Mengobati Osteoarthritis

Glucosamine memiliki manfaat untuk mengobati osteoarthritis lutut karena adanya kandungan sulfat. Setelah minum vitamin ini rasa sakit akan hilang pada bagian lutut, pinggul, dan juga tulang belakang. Vitamin ini bisa menjadi solusi jangka panjang dari alternatif pengobatan NSAID. Nyeri punggung bawah kronis juga bisa memanfaatkan glucosamine.

2. Menurunkan Kolesterol Jahat

Kolesterol yang tinggi di dalam tubuh bisa berisiko buruk bagi kesehatan. Vitamin ini bisa membantu menurunkan jumlah kolesterol di dalam tubuh, sehingga menjadi lebih stabil. Jumlah kolesterol yang diturunkan adalah low-density lipoprotein atau kolesterol jahat yang tidak dibutuhkan tubuh.

3. Mengobati Penyakit Tulang

Glucosamine adalah jenis vitamin dengan kandungan chondroitin sulfat yang bermanfaat untuk menyembuhkan tulang rawan artikular, mengatasi nyeri, menyehatkan fisik, dan meningkatkan aktivitas bagi penderita penyakit Kashin-Beck (KBD).

4. Rheumatoid Arthritis

Glucosamine juga bisa digunakan untuk mengobati penyakit ini yang bisa menyerang setiap sendi pada tubuh. Bahayanya penyakit ini bisa mempengaruhi organ lainnya seperti mata, paru-paru, dan hati. Di mana sendi akan terasa nyeri, kaku, bengkak, bahkan tidak bisa berfungsi dengan baik.

Waktu Mengonsumsinya dan Dosis

Glucosamine merupakan jenis vitamin dan suplemen yang sebaiknya dikonsumsi sebelum tidur. Di mana kandungannya bisa bekerja optimal dan Anda tidak akan mengalami dehidrasi. Selain itu Anda bisa memenuhi kebutuhan air dari pagi sampai malam harinya. Namun, bisa juga dikonsumsi di siang harinya sesuai dengan kebutuhan atau hasil konsultasi dengan dokter.

Adapun dosis minum glucosamine ini diatur sesuai berat badan yang disarankan yaitu untuk berat badan di atas 55 kg diminum sebanyak 3×2 tablet / harinya. Berbeda dengan Anda yang mempunyai berat badan di bawah 55 kg dosis minumnya hanya 3×1 tablet/ harinya. 

Anda harus hati-hati mengonsumsi glucosamine karena beberapa orang sebaiknya tidak mengonsumsinya seperti orang yang alergi kerang. Penderita diabetes, darah tinggi, penyakit ginjal, jantung, ibu hamil, dan menyusui tidak dianjurkan mengonsumsinya.

Cara Memilih Glucosamine

Buat Anda yang akan mengonsumsi glucosamine bisa menerapkan cara pemilihan yang tepat yaitu melihat dari bahan lain yang ada di dalamnya. Pilihlah glucosamine dengan kandungan kondroitin dan hyaluronic acid yang sangat bermanfaat bagi tubuh terutama pada bagian sendi.

Lebih baik lagi jika Anda memilih kolagen tipe II yang bisa membantu untuk membuat tubuh menjadi lebih fit selama beraktivitas tanpa masalah persendian. Pilihlah glucosamine yang bentuk dan ukurannya lebih mudah dikonsumsi. Tablet merupakan pilihan yang tepat karena Anda bisa mengonsumsinya dengan cepat dan pilih yang ukurannya tidak besar.

Cara memilih berikutnya dengan melihat kemampuan proses penyerapan glucosamine di dalam tubuh. Pilih yang penyerapannya cepat dan bebas alergen. Bagian yang paling pentingnya pastikan glucosamine yang dibeli sudah memiliki BPOM agar tidak memiliki risiko buruk saat dikonsumsi.

Apa itu Glucosamine? Glucosamine adalah pilihan yang tepat untuk membantu pengobatan sendi dan bagian tubuh yang berhubungan dengan tulang. Ingin tahu lebih banyak mengenai manfaat lainnya? Simak selengkapnya hanya di Ngovee. Untuk mendapatkan vitamin dan suplemen, download aplikasi Jovee lewat Google Play Store maupun App Store. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee.

Categories
Obat

Manfaat Chondroitin untuk Mengobati Sendi

Chondroitin

Chondroitin menjadi salah satu suplemen yang banyak digunakan oleh orang untuk mengobati sendi. Kandungan Chondroitin sendiri ada dasarnya sudah ada di dalam tubuh manusia. Namun, ia juga bisa ditemukan di dalam kepiting, udang lobster dan berbagai jenis sayuran.

Apa Itu Chondroitin?

Ini adalah sebuah suplemen yang berguna untuk menutrisi sendi. Fungsi utamanya sendiri adalah membangun proteoglikan yang nantinya memberikan efek elastis pada sendi. Suplemen ini sangat membantu Anda yang memiliki masalah dengan peradangan sendi.

Apa Manfaat Chondroitin?

Berbicara tentang manfaatnya, suplemen yang satu ini memiliki manfaat untuk memelihara tulang rawan serta berguna untuk menurunkan gejala dari penyakit osteoarthisin. Ia juga berguna untuk mengurangsi rasa nyeri ada bagian sendi. Suplemen ini juga memiliki manfaat yang sangat baik untuk membantu menjaga perkembangan tulang rawan.

Tidak hanya digunakan untuk mengobati tulang dan sendi saja. Chondroitin juga memiliki manfaat untuk mengobati penyakit jantung, kolesterol tinggi dan juga osteoporosis. Adapun chondroitin yang hadir dalam bentuk salep juga memiliki manfaat untuk menghilangkan rasa sakit. Tentunya, chondroitin di sini akan dikombinasikan dengan glucosamine.

Berapa Dosis yang Tepat?

Untuk dosis yang tepat mengenai suplemen ini, ada baiknya langsung saja konsultasikan pada dokter Anda. Pasalnya, suplemen ini dikonsumsi berdasarkan kebutuhan. Nah, agar Anda bisa merasakan manfaatnya secara utuh dan tepat, oleh sebab itu selalu lakukan konsultasi terlebih dahulu.

Dosis Untuk Orang Dewasa

Untuk orang dewasa, bisa mengonsumsi suplemen ini dengan dosis antara 200-400 mg sebanyak 2-3 kali dalam sehari. Tidak hanya itu, Anda juga bisa mengonsumsi suplemen ini dengan dosis 1000-1200 cukup sekali saja dalam satu hari.

Sedangkan jika digunakan pada kulit, maka harus ada campuran 50 mg chondroitin sulfat, 30 mg glucosamine, 140 mg tulang rawan dan 32 mg kamper. Untuk dosisnya sendiri setiap orang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Nah, jika Anda memiliki riwayat penyakit tertentu ada baiknya untuk melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi suplemen ini. Hal ini karena ditakutkan akan terjadi indikasi yang fatal jika dikonsumsi secara sembarangan.

Efek Samping Chondroitin

Meskipun ini adalah sebuah suplemen yang bermanfaat, tahukah Anda suplemen ini juga sama seperti suplemen lainnya yang memiliki efek samping ketika digunakan. Apa saja si efek samping dari mengonsumsi suplemen ini?

Mengonsumsi suplemen ini bisa menyebabkan seseorang mengalami kebotakan, diare, sembelit, sakit perut, dan juga mengalami gejala kulit lainnya. Namun, perlu Anda tahu bahwa efek samping tersebut tidak dialami oleh semua pengguna suplemen ini.

Selain itu juga ada beberapa orang yang mengalami efek samping namun tidak disebutkan di atas. Oleh sebab itu, agar suplemen ini tidak menimbulkan efek samping pastikan Anda mengonsumsinya sesuai dengan dosis yang tepat.

Cara menyimpan Chondroitin

Untuk Anda yang mengonsumsi suplemen ini, pastikan bahwa Anda menyimpannya dengan benar. Ya, suplemen jenis salep haris disimpan pada tempat yang dingin, kering dan jauh dari lembap dan panas. Selain itu, Anda tidak boleh menggunakan obat ini bersama dengan antikoagulan, salisilat dan NSAIDs karena berisiko mengalami pendarahan.

Dengan mengetahui apa saja manfaat chondroitin bagi sendi serta bagaimana cara menggunakan dan info lengkap lainnya. Anda bisa menggunakan suplemen ini dengan benar dan merasakan sendiri manfaat yang ditawarkan. Ingat, pastikan untuk selalu melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter jika ingin menggunakan suplemen ini untuk sendi.

Ingin mengetahui informasi kesehatan terpercaya? Daftarkan email anda di Ngovee. Untuk mendapatkan suplemen dan vitamin spesial buat anda, unduh aplikasi Jovee. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store. Dapatkan vitamin terbaik hanya dari Jovee

Categories
Kesehatan Obat

Echinacea adalah Obat Herbal untuk Tingkatkan Imunitas

Echinacea adalah

Keberadaan tanaman obat saat ini menmiliki peran penting karena memang resiko yang bisa diterima jauh lebih kecil daripada obat kimia. Ada banyak perusahaan farmasi yang saat ini menggencarkan lagi penggunaan tanaman obat dalam bentuk suplemen ataupun jamu. Echinacea adalah salah satu jenis bunga yang termasuk dalam obat herbal berbagai penyakit.

Tentang Echinacea

Tanaman yang satu ini termasuk ke dalam tanaman penghasil bunga yang memiliki nama lain Purple Coneflower. Umumnya, tanaman ini dapat tumbuh subur di kawasan Amerika Utara serta Eropa. Ada beberapa spesies tanaman Echinacea ini seperti misalnya Echinacea angustifolia, purpurea, serta palida yang masing-masing punya kandungan sedikit berbeda.

Echinacea ini menjadi salah satu obat herbal yang keberadaannya dicari di pasaran dan Amerika menjadi pusat perdagangannya. Ada banyak sekali manfaat dari tanaman ini diantaranya adalah obat bagi serangan flu serta infeksi di saluran pernapasan atau saluran kencing. Tanaman ini juga sering dikaitkan dengan obat pencegah terjangkitnya virus Covid-19.

Konsumsi Echinacea

Masyarakat Amerika Serikat biasa mengkonsumsi bunga ini dengan cara dikeringkan kemudian dijadikan the bersama dengan rempah lain. Saat ini, Echinacea sendiri sudah tersedia dalam bentuk kapsul yang bisa dengan mudah dibawa dan digunakan. Kapsul suplemen tersebut biasanya berisi bubuk dari bagian akar atau bagian tanaman lain yang telah dikeringkan.

Ada juga yang mengkonsumsi tanaman ini dengan mencampurkan sedikit bagian tanaman ke dalam jus lalu diminum. Tanaman ini juga biasa menjadi salah satu campuran untuk obat herbal bagi penderita masalah hati. Meskipun Echinacea adalah tanaman dengan banyak manfaat, jangan terus-menerus mengkonsumsinya selama lebih dari dua minggu.

Manfaat Echinacea

Sebagai salah satu obat herbal yang sudah digunakan sejak dulu, banyak penelitian menemukan manfaat dari Echinacea ini. Berikut ini adalah manfaat tanaman Echinacea yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber untuk Anda.

1. Mengontrol Gula Darah

Di kalangan suku Indian, tanaman ini digunakan sebagai penghilang rasa sakit alami bagi penderita sakit perut hingga gonorea. Penduduk setempat biasa mengolah tanaman ini menjadi teh atau pasta yang kemudian dioleskan ke tubuh penderita. Kandungan gula darah juga bisa berkurang saat konsumsi Echinacea karena perangsangan aktivitas enzim pencerna karbohidrat.

2. Merangsang Kekebalan Tubuh

Tanaman yang satu ini bisa merangsang sistem kekebalan tubuh sehingga bisa bekerja dengan lebih baik. Echinacea sangat bermanfaat sebagai obat flu, salesma, dan berbagai penyakit infeksi akibat bakteri atau virus. Tanaman ini bisa merangsang pertumbuhan sel CD4 sehingga kekebalan tubuh juga meningkat pesat.

Kontraindikasi Pemakaian

Efek yang diberikan tanaman ini tidak akan sama ketika digunakan dalam jangka panjang karena tubuh tidak akan merespon rangsangan. Pertumbuhan sel darah putih yang baik untuk kuman pun akan menjadi normal kembali ketika konsumsi rutin sudah mencapai waktu mingguan.

Meskipun tanaman ini bisa merangsang imun tubuh, Echinacea sendiri tidak direkomendasikan bagi penderita rendahnya sistem kekebalan seperti penderita AIDS misalnya. Dalam beberapa kasus, tanaman ini bisa memperburuk gejala penyakit yang sedang diderita. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter memiliki peran penting dalam penggunaan suplemen ini.

Ada banyak lagi fungsi dari tanaman Echinacea ini seperti sebagai zat anti-inflamasi, mengatasi masalah kulit, dan pelancar pencernaan. Echinacea adalah bunga yang dianggap sebagai bunga seribu manfaat sehingga keberadaannya pun masih dicari hingga saat ini.

Ingin tahu lebih banyak mengenai manfaat lainnya? Simak selengkapnya hanya di Ngovee. Untuk mendapatkan vitamin dan suplemen, download aplikasi Jovee lewat Google Play Store maupun App Store.